Konsumsi Kopi Turunkan Risiko Diabetes

Sumber :
  • qraved.com
VIVAnews - Kabar bahagia bagi para pencinta kopi. Minuman yang kaya akan kandungan antioksidan ini tidak hanya mampu membuat Anda terjaga dari rasa kantuk saat harus bekerja seharian, tapi juga dipercaya mampu mengurangi risiko diabetes melitus. Hal itu diungkapkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat. 

Penelitian yang melibatkan lebih dari 123 ribu orang dewasa itu menemukan bahwa orang yang minum kopi lebih dari satu cangkir dalam sehari selama empat tahun akan mengalami penurunan risiko diabetes. Kesimpulan tersebut didapat melalui perbandingan dengan kelompok lainnya yang mengonsumsi kopi kurang dari jumlah tersebut. 

"Sepertinya ada pengaruh dosis kopi yang dikonsumsi dengan penurunan risiko diabetes," ujar ketua penelitian Frank Hu, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health.

Menurut penelitian tersebut, semakin banyak orang mengonsumsi kopi, maka risiko diabetes yang dihadapi seseorang juga akan semakin menurun. Bahkan, mengonsumsi kopi tiga hingga lima cangkir dalam sehari dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan.

Sayangnya, tidak semua orang dapat minum kopi dalam jumlah yang sangat banyak dalam sehari. Sebab, kafein yang terdapat dalam kopi merupakan stimulan yang membuat orang tetap terjaga, waspada, dan mengakibatkan jantung berdebar-debar.

"Sulit untuk menentukan komponen apa yang dimiliki kopi untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2. Namun, kombinasi dari antioksidan dan nutrisi pada kopi mungkin yang paling berperan," ujar Hu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia tersebut menunjukkan adanya hubungan antara dosis kopi dan penurunan risiko diabetes. Meskipun, hubungan tersebut bukanlah hubungan sebab-akibat.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan pada binatang dan sejumlah kecil kelompok orang dewasa menunjukkan, tidak ada hubungan antara kopi dan penurunan resistensi insulin. Diketahui, resistensi insulin merupakan tanda-tanda dari diabetes.

Karena itu, Hu menegaskan bahwa kopi dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat. Tapi, bukan menjadi satu-satunya upaya untuk mencegah terjadinya diabetes tipe 2.

"Orang harus menjaga berat badannya tetap ideal dan aktif secara fisik," katanya. (art)