Mandala Berhenti Beroperasi, Ini Komentar Sandiaga Uno

Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVAnews - PT Mandala Airlines memutuskan untuk tidak melanjutkan penerbangan lagi. Penghentian penerbangan ini merupakan yang kedua kalinya, setelah Mandala berhenti terbang pada Januari 2011.

Saat itu, Mandala diselamatkan oleh Sandiaga Uno, hasil kerja sama dengan Tiger Air. Namun, kini maskapai ini kembali menghentikan penerbangannya karena terus merugi.

Santiaga Uno, ditemui setelah acara pertemuan dengan calon presiden Prabowo dan para pelaku pasar modal di Jakarta, Jumat 20 Juni 2014, mengaku tidak bisa berkomentar banyak mengenai bangkrutnya Mandala.

"Saya sedih dengan kejadian ini," katanya.

Ia melanjutkan, saat ini, dia belum bisa mengatakan hal lebih lanjut mengenai Mandala. Namun, Sandiaga berjanji akan menjelaskan persoalan ini kepada semua pihak.

"Doakan saja ya, secepatnya kami akan informasikan," ujarnya.

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis Rabu 18 Juni 2014, Mandala Airlines, yang beroperasi dengan brand Tigerair Mandala, mengumumkan bahwa maskapai akan menghentikan kegiatan operasional terhitung 1 Juli 2014.

Ketua Dewan Komisaris Mandala Airlines, Jusman Syafii Djamal, mengatakan, dewan komisaris mengambil keputusan itu dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti kondisi pasar yang sedang turun, dan meningkatnya biaya operasional akibat depresiasi rupiah yang cukup tajam.

"Kami telah berusaha mencari berbagai solusi untuk tetap beroperasi, termasuk berdiskusi dengan calon mitra strategis dan penanam modal," ujar Jusman dalam keterangan tertulis itu.

Dia menjelaskan, kelebihan kapasitas maskapai dibandingkan dengan jumlah penumpang, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai 20 persen sejak awal 2013, membuat biaya operasional Mandala Airlines melonjak signifikan.

Jusman mengatakan, sejak beroperasi kembali pada April 2012, Mandala Airlines terus merugi. Menurut dia, perkembangan industri yang menantang membuat pemegang saham sulit untuk terus memberikan dukungan keuangan kepada Mandala.

"Dewan meninjau posisi Mandala dan memutuskan bahwa perseroan tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk melanjutkan kegiatan operasionalnya. Maskapai telah secara resmi menyampaikan informasi terkait penghentian operasional terhitung tanggal 1 Juli 2014 kepada Direktorat Jenderal Perhubungan," ujar dia.

Jusman mengatakan, setelah pengumuman ini, penerbangan terakhir yang akan dioperasikan oleh Mandala adalah RI545 pada 1 Juli 2014, yang dijadwalkan berangkat dari Hong Kong menuju Denpasar pada pukul 02.35.

"Selain penerbangan di atas, seluruh penerbangan Mandala pada tanggal 1 Juli 2014 dan seterusnya dibatalkan," kata dia.

Jusman mengatakan, Tigerair Group akan membantu semua penumpang yang terkena dampak penghentian kegiatan operasi ini, baik melalui pengalihan penerbangan ke penerbangan yang dioperasikan Tigerair (TR), jika ada kursi yang tersedia atau melalui pengembalian dana tiket yang dipesan untuk periode perjalanan pada atau setelah 1 Juli 2014.

"Untuk informasi lebih lanjut, penumpang yang membutuhkan klarifikasi serta bantuan bisa mengunjungi situs Tigerair, atau menghubungi call center Mandala di (+62 21) 2939-6688 atau call center Tigerair terhitung dari tanggal 18 Juni 2014 hingga 31 Juli 2014," kata dia.

Jusman mengatakan, pada saat yang bersamaan, dewan direksi sedang membahas dengan para pemegang saham untuk menyelesaikan kewajiban utama Mandala kepada para karyawan dan kreditornya. (art)