Ini Prasasti Erotis Tertua di Dunia

Hells Gate
Sumber :
  • www.discovery.com/Francesco D'andria
VIVAnews - Peneliti Universitas Ioannina, Yunani, menemukan prasasti erotis yang disebut prasasti seksual tertua di dunia. Prasasti kuno itu menggambarkan kehidupan yang sangat privasi pada Yunani kuno.

Berdasarkan uji penanggalan, prasasti yang terukir pada semenanjung berbatu Astypalaia di kota Vathy, bagian utara pulau kuno Aegean, dibuat pada abad kelima dan keenam sebelum Masehi. 

Meski hanya ukuran dalam batuan, prasasti erotis itu dipandang peneliti cukup mengagumkan, memuat nilai seni yang tinggi. Peneliti menyebutkan prasasti itu sebagai "prasasti kemenangan". 

Melansir Guardian, Senin 7 Juli 2014, spesialis arkeologi prasejarah Universitas Ioannina, Dr Andreas Vlachopoulos mengatakan, prasasti erotis itu ditemukan setelah ia bersama timnya mengeksplorasi kawasan berbatu itu selama 4 tahun silam. 

"Mereka mengklaim ruang mereka sendiri dalam huruf besar, yang tak hanya mengungkapkan keinginan seksual, tapi berbicara tentang tindakan seks itu sendiri. Itu sangat langka," jelas Vlachopoulos. 

Disebutkan, prasasti itu terukir dua alat kelamin pria di bawah nama Dion. Ukuran itu ditemukan pada ketinggian yang lebih rendah dari tanjung batu kapur. 

Mengingat lokasi pada ketinggian tanjung, peneliti meyakini kemungkinan wilayah itu telah ditinggali para tentara di masa lalu. Lihat prasasti erotis klik di sini. 

Prasasti yang dipahat dalam singkapan batu kapur itu dipandang telah memberikan wawasan berharga untuk mengungkapkan kehidupan pribadi Yunani kuno dan klasik. 

"Kita tahu di Yunani kuno hasrat seksual antara laki-laki itu bukan hal yang tabu," katanya. Namun, ia mencatat ukiran kuno itu menunjukkan kedua orang tengah bercinta selama jangka waktu yang panjang. 

"Itu menekankan tindakan seksual dengan cara yang sangat tak biasa dalam hal karya seni erotis," imbuh Vlachopoulos.

Sementara itu, pakar epigrafi, Angelos Matthaiou, mengatakan, grafiti itu tak hanya menjelaskan kehidupan privasi dari Yunani kuno. Namun, juga menunjukkan tingkat melek huruf saat Acropolis di Athena belum dibangun. 

"Siapa pun yang menulis prasasti erotis itu mengacu Timoina yang sangat terlatih dalam menulis," kata Matthaiou, yang selama 25 tahun menjabat sekjen Masyarakat Prasasti Yunani.