Raksasa-Raksasa Wall Street Dihantam Badai
Masalahnya, kalangan perbankan pun berhati-hati untuk diajak berunding para institusi keuangan yang tengah bermasalah tersebut. Mereka tidak mau berisiko ikut terjerumus dalam kubangan krisis saat investasi belum bergairah akibat masih rendahnya kepercayaan pasar sejak krisis hipotek properti melanda AS awal tahun ini.
Itulah sebabnya Bank of America maupun Barclays melepas minat mereka untuk membeli Lehman. Padahal Barclays Bank dari Inggris, Bank of America, JC Flowers, maupun China Investment Corporation sempat bernegosiasi dengan Lehman. Namun mereka dengan risiko kerugian yang mereka tanggung bila menjadi pemilik baru lembaga keuangan yang telah berusia 158 tahun tersebut.
Maka, seperti diungkapkan surat kabar Financial Times edisi Senin (15/9), kalangan perbankan menilai bahwa Lehman bisa saja dikuasai pemerintah AS setelah menyatakan bangkrut bila tidak ada yang tertarik mengakuisisinya.
Konsekuensinya, ribuan dari 25.000 staf Lehman akan kehilangan pekerjaan. Pemandangan itu sudah terlihat saat sejumlah staf Lehman meninggalkan kantor pusat di kawasan Manhattan, New York, sambil membawa barang-barang pribadi, alat-alat tulis maupun lukisan di dalam kardus. Ancaman serupa bisa jadi melanda Merrill Lynch. Menurut situs internet stasiun televisi NBC, kalangan pasar yakin bahwa Merrill Lynch terancam kehilangan kepercayaan investor maupun mitra.