Kain Nusantara Tak Lagi Dianggap Kuno

Kain tenun Gedog asal Tuban.
Sumber :
  • VIVAnews/Riska Herliafifah

VIVAlife - Banyak yang beranggapan, menggunakan kain tradisional Indonesia membuat penampilan jadi terlihat lebih kuno. Tapi kini, seiring dengan perkembangan kreativitas desainer Tanah Air, kain tradisional kini justru bisa mempercantik penampilan wanita.

Apalagi kini, aneka corak dan ragam dengan makna filosofi tersembunyi, bisa menjadikan kain khas nusantara lebih dikenal dunia. Namun, butuh kreativitas tersendiri untuk lebih memperkenalkan kain nusantara pada dunia.

"Kain tradisional Indonesia itu sangat banyak. Butuh kreativitas orang Indonesia untuk mengeksplor kain-kain tersebut," kata Ahli Tekstil, Muhamad Fahmi saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu, 17 Desember 2014.

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini juga mengatakan, kain nusantara diakuinya memiliki pakem. Tapi, kini tak masalah jika kain nusantara mulai menabrak pakem.

Menanggapi kekhawatiran mengenai kreativitas menabrak pakem, Fahmi mengatakan bahwa pakem tidak perlu digunakan lagi. Hal itu dikarenakan pakem biasanya hanya dipakai oleh kesultanan dan adat kerajaan.

"Seperti motif parang yang dulu cuma dipakai saat perang, kini bisa dipakai di berbagai acara," tambah Fahmi.

Seperti diketahui, kain tradisional Indonesia kini sudah mulai maju ke kancah internasional. Seperti dalam ajang Miss International yang digunakan oleh Elfin Pertiwi dan Miss World 2013. (art)

Baca Juga: