Pendiri Facebook Yakin Tren 'Virtual Reality' 12 Tahun Lagi

Pameran teknologi 3D di Jepang
Sumber :
  • REUTERS/ Yuriko Nakao
VIVA.co.id
- Meski Google tidak lagi melanjutkan perkembangan
Google Glass
, Facebook justru yakin jika perangkat itu bisa berguna suatu saat nanti.
Virtual Reality
akan menjadi teknologi yang mengandalkan kacamata pintar.


Dilansir melalui
Daily Mail
, Senin, 18 Mei 2015, pendiri Facebook, Mark Zuckerberg percaya bahwa dalam kurun 12 tahun ke depan,
Virtual Reality
(VR) dan perangkat
Augmented Reality
(AR) akan mengandalkan
gadget
berukuran kecil. Semua orang dipercaya akan mulai menggunakan perangkat tersebut layaknya kacamata biasa.


Zuckerberg memprediksi, ke depannya, akan banyak teknologi yang bisa dilakukan dengan perangkat
virtual reality
itu. Salah satunya adalah memantulkan foto ke kacamata virtual milik orang lain, hanya dengan sapuan jari.

"Oculus dan Virtual Reality merupakan wilayah yang sangat saya minati. Setiap 10 sampai 15 tahun, sebuah platform komputasi baru muncul. Di 1990 kita punya komputer desktop, sekarang kita masuk ke era ponsel dan tablet. Saya rasa, VR dan AR akan menjadi lompatan teknologi berikutnya," ujar Zuckerberg di depan para peserta Town Hall Q&A Session.

Menurut dia, dengan perangkat VR terbaru, semua orang akan bisa menggunakan
headset
di kepala. Mereka diklaim akan bisa masuk dan melebur ke dunia yang baru, dunia tiga sampai empat dimensi. Hal ini karena bentuknya yang semakin kecil, mirip kacamata yang biasa digunakan semua orang.


"Anda bisa menggunakan perangkat VR dan AR tanpa harus terikat dengan komputer, bergerak sesuka hati dan menggunakannya dimana saja. Bahkan di masa depan, anda bisa bertukar foto hanya dengan sapuan jari dan semua orang bisa melihat hanya dari kacamata. Ini sangat menakjubkan," ujarnya.


Dia yakin, 12 tahun lagi perusahaannya bisa membuat sesuatu yang bisa berfungsi di teknologi VR dan AR. Dia mengupayakan perangkat itu akan berbiaya murah dan bisa digunakan oleh siapa saja.


"Itu yang akan kami upayakan terjadi di Oculus," ujar Zuckerberg.