Penerima Transplantasi Alat Vital Pertama Akan Punya Anak

Ilustrasi operasi atau bedah
Sumber :
  • iStock

VIVA.co.id - Seorang pria yang dinobatkan sebagai penerima alat vital pertama di dunia akhirnya membuktikan keampuhan penis buatan itu. Pria tersebut berhasil menghamili seorang wanita dan dia akan menjadi seorang ayah.

"Kami telah berhasil membuatnya bisa berfungsi lagi secara penuh. Kehamilan pasangannya adalah bukti yang cukup kuat untuk mendukung keberhasilan kami," ujar Ketua Tim Dokter yang mengoperasi pria tersebut, Andre van der Merwe, seperti dikutip dari Science Alert, Senin, 15 Juni 2015.

Menurut der Merwe, tujuan dari operasi transplantasi penis itu adalah mengembalikan fungsi alat vital tersebut. Setidaknya, dalam kurun dua tahun setelah transplantasi dilakukan.

"Kami terkejut karena ini belum mencapai dua tahun sejak operasi dilakukan. Ini merupakan penyembuhan yang cukup cepat, di luar dugaan," ujar der Merwe, yang merupakan salah satu dokter ahli di Rumah Sakit Tygerberg, Cape Town, Afrika Selatan.

Pria dari Afrika Selatan itu terpaksa mendapatkan transplantasi penis setelah terjadi kesalahan saat disunat. Sunat yang merupakan salah satu ritual di wilayah itu berubah menjadi kesalahan fatal sehingga penisnya harus diamputasi tiga tahun lalu.

Operasi transplantasi kala itu memakan waktu sembilan jam dengan memanfaatkan penis dari orang yang sudah meninggal. Namun, sebelum menggunakan penis orang tersebut, keluarga almarhum meminta dokter tetap membuat penis rekayasa yang dikubur bersamanya.

Saat melakukan transplantasi, para dokter menempelkan penis donor ke si penerima dengan cara menyambungkan kembali pembuluh yang memfungsikan kemampuan urin dan seksual (ereksi).

Di Afrika Selatan, saat ini, diperkirakan ada 250 pria dewasa yang kehilangan penis mereka karena budaya dan ritual sunat. Ritual ini kerap membuat para pria kekurangan aliran darah ke penis sehingga menyebabkan matinya jaringan pembuluh di sekitar penis, bahkan sampai membusuk. Sejak transplantasi ini terbukti berhasil, sembilan pasien pria lain, yang memiliki kesamaan penderitaan terkait penis mereka, sudah antre untuk operasi.

(mus)