4-8-1944: Anne Frank Ditangkap Gestapo

Catatan harian Anne Frank
Sumber :
  • Biography

VIVA.co.id - Mendapatkan bocoran dari seorang informan Belanda, pada 4 Agustus 1944, Gestapo Nazi menangkap Anne Frank, gadis Yahudi berusia 15 tahun yang kemudian terkenal melalui catatan hariannya, yang dibukukan dengan judul "Catatan Harian Seorang Gadis Kecil."

Dilansir dari laman History pada 4 Agustus 2015, Gestapo menemukan tempat persembunyian Anne dan keluarganya, dalam sebuah gudang di Amsterdam, Belanda, yang dibangun keluarganya sejak 1942, untuk menghindari ancaman deportasi ke kamp konsentrasi Nazi.

Annelies Marie Frank lahir di Frankfurt, Jerman, pada 12 Juni 1929, putri kedua pasangan Otto Frank dan Edith Frank-Hollander, berasal dari keluarga Yahudi yang tinggal di Jerman selama berabad-abad. Mereka pindah ke Belanda setelah Adolf Hitler naik menjadi pemimpin Nazi pada 1933.

Otto menjalankan bisnis rempah-remah dan selai yang sukses di Belanda, sehingga Anne dapat mengenyam pendidikan di sebuah sekolah Montessori, bersama dengan anak-anak kelas menengah Belanda, hingga Nazi menginvasi negara kincir angin itu pada 1940.

Anne dipaksa pindah ke sekolah Yahudi. Khawatir dengan mulai dibentuknya kamp-kamp konsentrasi oleh Nazi, Otto mulai membangun tempat persembunyian pada 1942, dalam gudang dekat rumahnya di Prinsengracht Canal, Amsterdam.

Pada ulangtahunnya ke-13 pada 1942, Anne mulai menulis catatan harian tentang pengalamannya setiap hari. Hubungannya dengan keluarga dan teman, termasuk pengamatan tentang situasi dunia sekitarnya yang semakin berbahaya.

Kurang dari sebulan kemudian kakak perempuannya, Margot, menerima pemberitahuan untuk melapor ke kamp pekerja Nazi. Khawatir akan dideportasi ke kamp konsentrasi Nazi, Anne dan keluarganya bersembunyi dalam tempat rahasia yang telah dibangun ayahnya.

Satu pekan kemudian rekan bisnis Otto dan keluarganya ikut bergabung. Pada November, seorang dokter gigi Yahudi menjadi penghuni kedelapan tempat persembunyian keluarga Frank, di mana mereka dapat bertahan hingga 25 bulan, dengan bantuan beberapa kerabat.

Pintu masuk ke tempat rahasia itu tersembunyi di balik rak buku berengsel. Selama dua tahun Anne menulis catatan harian, tentang kehidupannya dalam tempat persembunyian, yang diisi dengan kekhawatiran, pemikiran juga humor.



Mereka bertahan hidup dengan bantuan mantan pekerja Otto, dan dua orang Kristen Belanda teman mereka, yang mengirim makanan dan kebutuhan lain. Mereka tinggal dalam ruang tanpa jendela, bahkan kakus tidak dibersihkan saat siang, agar keberadaan mereka tidak diketahui.

Semangat Anne tumbuh pada Juni 1944, dengan mendaratnya pasukan Sekutu di Normandia, membuatnya berharap Belanda akan segera dibebaskan dari Nazi. Anne terakhir kali menulis catatan hariannya pada 1 Agustus 1944, sebelum ditangkap tiga hari kemudian.

Persembunyian delapan orang selama 25 bulan, berakhir dengan penangkapan oleh Gestapo Nazi, yang memperoleh informasi tentang keberadaan mereka dari seorang informan. Dua orang Kristen yang telah membantu mereka juga ikut ditangkap, dikirim ke kamp konsentrasi Nazi di Belanda.

Sepuluh orang itu dipindahkan ke kamp kematian Auschwitz di Polanda pada September 1944. Ketika pasukan Uni Soviet mulai maju mendekati Polandia, Anne dan kakaknya dipindahkan ke kamp konsentrasi Bergen-Belsen di Jerman, terpisah dari ayah dan ibunya.

Kondisi kamp yang buruk membuat dua bersaudari itu menderita tipus, meninggal pada awal Maret 1945, dua bulan sebelum kamp itu dibebaskan oleh pasukan Sekutu. Otto Frank menjadi satu-satunya dari 10 orang, yang berhasil selamat dari kamp kematian Nazi.

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, Otto kembali ke Amsterdam melalui Rusia. Dia dipertemukan dengan mantan pekerjanya, Miep Gies, yang pernah membantu selama persembunyian. Wanita itu memberikan catatan harian Anne, yang tidak tersentuh dalam penggerebekan Nazi.

Otto menerbitkan catatan harian putrinya itu pada 1947, menjadi sebuah buku berbahasa Belanda dengan judul "Catatan harian Seorang Gadis Kecil," yang segera menjadi salah satu buku terlaris hingga diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa.

Rumah keluarga Frank di Prinsengracht 263, Amsterdam, dibuka menjadi museum pada 1960. (ren)