Ekonomi China Melambat, Harga Minyak Dunia Melemah

Sumur minyak mentah.
Sumber :
  • REUTERS/Andrew Cullen
VIVA.co.id - Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent kompak melemah pada penutupan perdagangan semalam. 

Dilansir CNBC, Selasa, 4 Agustus 2015, pelemahan harga minyak tersebut menyusul lesunya ekonomi Amerika Serikat (AS) dan China. Selain itu, turunnya konsumsi bensin di AS juga membebani pasar minyak.

Minyak AS alias WTI ditutup pada level US$45,17 per barel, atau turun US$1,95 (4 persen) dibanding perdagangan sebelumnya. Angka itu menjadi penurunan terbesar dalam sebulan. Harga minyak mentah jenis Brent turun US$2,8 di posisi US$49,40 per barel, terlemah sejak 30 Januari.

Berlebihnya pasokan minyak mentah di pasar dan jatuhnya pasar saham China, sebagai negara konsumen energi terbesar di dunia, telah membebani pasar minyak pada Juli kemarin dan menggiring pelemahan pada Juli menjadi penurunan bulanan minyak mentah berjangka terbesar sejak krisis keuangan tahun 2008.

Kekhawatiran pasar lainnya adalah terkait kerugian baru karena melemahnya permintaan bensin di AS dan melambatnya data ekonomi China yang kemarin dirilis. Belanja konsumen AS pada Juni naik pada kecepatan yang paling lambat dalam empat bulan karena melemahnya pembelian mobil.

Sementara itu, pertumbuhan aktivitas manufaktur China tiba-tiba terhenti pada Juli karena melemahnya permintaan dari domestik dan luar negeri.

Survei yang dilakukan Reuters pada pekan lalu menunjukkan, produksi minyak oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencapai tingkat bulanan tertinggi dalam sejarah pada Juli. Hasil survei menunjukkan, Arab Saudi dan negara anggota OPEC lainnya tertarik untuk mempertahankan harga minyak mentah, yang turun 12 persen pada tahun ini, setelah anjlok 48 persen pada 2014.

(mus)