Bachtiar Ali: Kebebasan Harus Tunduk Pada Hukum dan Norma
Senin, 7 September 2015 - 15:44 WIB
Sumber :
VIVA.co.id - Pimpinan Badan Sosialisasi MPR Bachtiar Ali, menaruh harapan pada Outbond Empat Pilar MPR yang diselenggarakan di Ternate, Maluku Utara, 4 - 7 September 2015, dengan mana 100 peserta mahasiswa yang berasal 11 perguruan tinggi di provinsi tersebut.
Dikatakan Bachtiar, semoga outbond berjalan lancar sehingga peserta memahami secara utuh nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar. "Outbond merupakan salah satu metode sosialisasi," ujarnya.
Dipaparkan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk sehingga perlu dibentuk kesadaran bersama untuk menjaga Empa Pilar. "Keberagaman merupakan satu anugrah," ujarnya.
Dengan kegiatan ini diharapkan bisa memberi wawasan kebangsaan yang memuat moral dan karakter bangsa. Sarana ini dipandang tepat untuk kalangan mahasiswa, kata Bachtiar.
Lebih lanjut dikatakan Bachtiar, outbond merupakan sarana untuk mengajak mahasiswa mengenal Empat Pilar dan selanjutnya diimplementasikan. "Empat Pilar mempunyai arti penting dalam perjalanan bangsa sehingga sosialisasi harus kita teruskan," ucapnya.
Bachtiar dalam pidatonya juga mengatakan bahwa Indonesia menjunjung kebebasan individu. Dalam era reformasi banyak kebebasan muncul namun dirasakan kebebasan yang ada ada yang kurang tepat dalam penerjemahannya.
Menurut Guru Besar UI itu bahwa kebebasan tak bisa semaunya apalagi memaksa. "Rasa toleransi semakin surut, dan kebebasan tanpa norma akan membahayakan masyarakat dan stabilitas negara, ujarnya.
Dipaparkannya, sebagai bangsa multietnik harusnya dalam kebebasan ada rasa toleransi sehingga tak mengganggu hukum dan norma. "Kebebasan harus tunduk pada hukum dan ketertiban umum," jelasnya.
Baca Juga :
Dikatakan Bachtiar, semoga outbond berjalan lancar sehingga peserta memahami secara utuh nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar. "Outbond merupakan salah satu metode sosialisasi," ujarnya.
Dipaparkan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk sehingga perlu dibentuk kesadaran bersama untuk menjaga Empa Pilar. "Keberagaman merupakan satu anugrah," ujarnya.
Dengan kegiatan ini diharapkan bisa memberi wawasan kebangsaan yang memuat moral dan karakter bangsa. Sarana ini dipandang tepat untuk kalangan mahasiswa, kata Bachtiar.
Lebih lanjut dikatakan Bachtiar, outbond merupakan sarana untuk mengajak mahasiswa mengenal Empat Pilar dan selanjutnya diimplementasikan. "Empat Pilar mempunyai arti penting dalam perjalanan bangsa sehingga sosialisasi harus kita teruskan," ucapnya.
Bachtiar dalam pidatonya juga mengatakan bahwa Indonesia menjunjung kebebasan individu. Dalam era reformasi banyak kebebasan muncul namun dirasakan kebebasan yang ada ada yang kurang tepat dalam penerjemahannya.
Menurut Guru Besar UI itu bahwa kebebasan tak bisa semaunya apalagi memaksa. "Rasa toleransi semakin surut, dan kebebasan tanpa norma akan membahayakan masyarakat dan stabilitas negara, ujarnya.
Dipaparkannya, sebagai bangsa multietnik harusnya dalam kebebasan ada rasa toleransi sehingga tak mengganggu hukum dan norma. "Kebebasan harus tunduk pada hukum dan ketertiban umum," jelasnya.