Peneliti NASA Ini Dituduh Coba Lepaskan Bumi dari Orbit

Peneliti NASA, Gregory Laughlin
Sumber :
  • www.nautil.us

VIVA.co.id - Peneliti Badan Antariksa AS (NASA), Gregory Laughlin, mengaku pernah mengalami pengalaman yang lucu saat menjelaskan tentang tantangan menyelamatkan dari ancaman matahari.

Penjelasan yang disampaikannya kemudian 'dipelintir' oleh media yang melaporkan bahwa ia ingin membawa bumi untuk menjauh dari matahari

Dikutip Nautil, Rabu 23 September 2015, tuduhan yang dialamatkan kepadanya itu terjadi pada saat menjadi peneliti Ames Research Center NASA pada awal 2000-an.

Saat itu, bersama dengan peneliti lain dari Universitas California Santa Cruz dan Universitas Michigan, Laughlin menjelaskan ia sedang memikirkan proyek NASA bagaimana menyelamatkan bumi dari ancaman matahari di masa depan.

Sebab diketahui matahari bisa makin panas. Ia pun menjelaskan opsi cara yang bisa dilakukan.

"Dengan melewatkan asteroid dekat yang menuju ke bumi dan menggunakan tarikan gravitasi asteroid untuk secara bertahap mendorong bumi ke luar," ujar dia.

Laughlin menjelaskan dengan menembak asteroid berukuran sekitar 62 mil yang melewati bumi, maka bumi bisa secara bertahap meninggalkan matahari.

Peneliti mengatakan jika teknik ini diulang rata-rata setiap 6 ribu tahun, orbit bumi akan bisa mengimbangi peningkatan kecepatan matahari. Dan hasilnya, kata peneliti, akan menjaga bumi bisa dihuni hingga 5 miliar tahun.

Tapi rencana itu punya kelemahan. Agar skema itu bekerja, syaratnya asteroid harus melewati bumi sekitar 10 ribu mil. Jika asteroid terlalu dekat, yang terjadi malah akan menabrak ke bumi. Peneliti juga mengatakan dengan menembak asteroid besar, akan meningkatkan rotasi planet.

Nah, penjelasan tersebut diartikan oleh media sebagai upaya dia untuk membawa bumi keluar dari orbitnya. Media menuliskan dengan judul yang cukup menonjol yaitu 'NASA Bertujuan Memindahkan Bumi'.

Melihat pemberitaan itu, Laughlin pun kaget. Dan ia menyadari harus mengonfirmasi pemberitaan tersebut.

"Saya mendapatkan masalah besar. Semua kesalahan saya sendiri, saya harus akui," ujar Laughlin. (ase)