Lima Bahaya Kesehatan Akibat Pakai Celana Dalam Ketat

Ilustrasi pakaian dalam atau lingerie.
Sumber :
  • Ist/picdaily

VIVA.co.id - Sudah menjadi rahasia umum bahwa menggunakan celana ketat tidak baik untuk kesehatan. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa menggunakan celana dalam ketat juga berpengaruh buruk bagi kesehatan.

 

Beragam warna, desain, bentuk celana dalam terkadang membuat pemakainya lupa untuk mempertimbangkan kenyamanan dan efek kesehatan yang nantinya timbul, karena ukuran yang tidak tepat. 

 

Wanita, juga pria, terkadang berpikir bahwa dengan menggunakan ukuran yang lebih kecil mereka akan tampak lebih seksi. 

 

Kesalahan dalam memilih celana dalam tidak hanya mempengaruhi bentuk tubuh, namun juga bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan. 

 

Bagi pria, celana dalam yang terlalu ketat bisa mempengaruhi sistem reproduksi mereka. Oleh karena itu penting untuk memilih celana dalam dengan ukuran tepat, dan sebisa mungkin terbuat dari bahan berkualitas. 

 

Berikut beberapa bahaya kesehatan penggunaan celana dalam yang terlalu ketat, dilansir Boldsky:

 

Mempengaruhi jumlah sperma

 

Penyempitan pada pangkal paha akan menyebabkan penurunan jumlah sperma. Mengenakan celana dalam yang ketat akan meningkatkan suhu buah zakar sehingga berakibat turunnya jumlah produksi sperma.

 

Menghambat sirkulasi darah

 

Penggunaan celana dalam ketat dalam jangka waktu lama akan menghambat sirkulasi darah. Hal ini bisa berakibat mati rasa pada daerah sekitar organ intim. 

 

Iritasi pada organ intim wanita

 

Selain menyebabkan mati rasa, sirkulasi darah yang terhambat di bagian intim akan menyebabkan iritasi dan peradangan. 

 

Maag

 

Jangan sepelekan maag yang Anda derita. Hal ini bisa saja terjadi karena penggunaan celana yang terlalu ketat. Saat Anda mengenakan celana dalam dengan ban pinggang tinggi atau model highwaist, perut akan tertekan sangat kuat. Hal ini menyebabkan timbulnya asam lambung di dalam esofagus yang memicu timbulnya maag. 

 

Infeksi jamur

 

Penggunaan celana dalam yang terlalu ketat akan mengakibatkan organ intim tidak bisa bernafas, sehingga memicu timbulnya infeksi jamur, yang bisa menyerang saluran kencing bahkan rahim. (ase)

 

 

Laporan: Rintan PS | Jakarta