RI Tolak Kereta Cepat Jepang Bukan Soal Teknologi

Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
VIVA.co.id - Pemerintah telah memastikan akan bekerja sama dengan China dalam pembangunan kereta cepat rute Jakarta-Bandung. Investor Jepang mengaku kecewa dengan keputusan tersebut. 

Menteri Perencanaan Pembanguan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Sofyan Djalil menjelaskan, pekan lalu, ia secara khusus berkunjung ke Jepang, untuk menyampaikan keputusan pemerintah tersebut. 

"Yang penting, saya ke sana (Jepang) menjelaskan, kami tidak ada perubahan komitmen apa pun," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin 5 Oktober 2015. 

Dia menegaskam, pemerintah tidak memiliki masalah apa pun terkait teknologi yang ditawarkan Jepang. Keputusan ini tidak menandakan bahwa teknologi China lebih maju dibandingkan Jepang.

Hanya saja, pihak Jepang tidak sepakat dengan skema pembiayaan secara bisnis yang ditawarkan pemerintah. 

"Akhirnya, yang bisa lakukan business to business adalah China," tambahnya. 

Dia menegaskan hubungan Indonesia dengan Jepang tidak terganggu dengan kejadian ini. Kerja sama bisnis akan tetap terus berjalan. 

"Hubungan ekonomi kita jauh dari sekedar kercep (kereta cepat). Tetapi, tentu saja mereka kecewa," tagasnya. (asp)