2015 Jadi Tahun Terpanas dalam Sejarah

Musim Panas di Pakistan
Sumber :
  • REUTERS/Akhtar Soomro

VIVA.co.id - Badan cuaca Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), World Meteorological Organization (WMO) merilis laporan, tahun ini bakal menjadi tahun paling panas dalam sejarah.

Cuaca terpanas itu dipengaruhi oleh perubahan iklim yang didorong karena aktivitas manusia juga adanya faktor alam El Nino kuat pada tahun ini.

Dikutip dari Mashable, Kamis, 26 November 2015, WMO dalam laporannya menyebutkan secara periode, kurun 2011-2015 merupakan periode lima tahunan paling panas sepanjang sejarah.

Namun, laporan cuaca pada 2015 menunjukkan merupakan tahun terpanas dalam rekaman sejarah. Rekor cuaca tahun ini melebihi rekor panas tahun sebelumnya. Peneliti yakin, dengan cuaca panas yang terjadi sepanjang tahun ini, tak perlu menunggu sampai 2015 berakhir untuk menentukan tahun 2015 punya cuaca terpanas. "Ini adalah semua kabar buruk bagi planet ini," kata Sekjen WMO, Michel Jarraud dalam pernyataannya.

Bagi peneliti, hasil laporan itu tak mengejutkan. Sebab, peneliti National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) AS dan kelompok peneliti cuaca lainnya sudah mengatakan 2015 bakal jadi tahun terpanas. Sementara EMO, NOAA dan badan cuaca Jepang semuanya mengatakan 2014 merupakan rekor tahun panas dengan suhu global 14,57 derajat celcius, 58,23 derajat Fahrenheit. Tapi itu diyakini bakal terlewati oleh cuaca 2015.

Data peneliti menunjukkan, penyebab tahun terpanas pada periode lima tahun ke belakang adalah luncuran gas rumah kaca ke atmosfer akibat aktivitas manusia. Peneliti WMO bahkan menyebut itu sebagai faktor dominan tren panjang cuaca panas di bumi.

Data itu sesuai dengan studi pada awal tahun ini yang dilakukan oleh Climate Central. Studi itu menunjukkan, rekor panas 2015 didorong oleh emisi gas rumah kaca.

Jarraud mengatakan, ada kemungkinan dunia kini makin panas 1 derajat celcius atau 1,8 derajat Fahrenheit, melebihi cuaca masa pra-industri pada 1880-1899. Sementara para pemimpin internasional telah menetapkan pemanasan global akan mengakibatkan cuaca bakal naik 2 derajat celcius, 2,5 derajat Fahrenheit dari masa pra-industri. Jarak itu dianggap sangat mepet.

"Itu kesimpulan yang wajar dengan melihat kondisi saat ini kita berada. Tahun 2015 akan menjadi luar biasa (panas) dalam banyak cara," kata Gavin Schmidt, Kepala Goddard Institute of Space Studies Badan Antariksa AS (NASA).

(mus)