Ternyata E-mail Menghasilkan Karbondioksida Beracun

Sumber :
  • REUTERS/ Kacper Pempel
VIVA.co.id
- Selama ini yang ada di pikiran kita terkait karbondioksida adalah polusi dan kotoran fisik lainnya. Siapa sangka, ternyata e-mail pun memiliki kandungan karbondioksida yang mampu meracuni bumi.


Para ilmuwan memperkirakan jika sebuah e-mail mengandung sekitar empat gram karbondioksida. Artinya, mengirimkan 65 e-mail dalam satu hari menghasilkan jumlah karbon yang sama dengan rata-rata mengendarai mobil sejauh satu kilometer.


Prediksi ini dipaparkan oleh perusahaan keamanan McAfee dalam laporannya bertajuk Carbon Footprint of Spam. Bahkan setiap orang yang memforward e-mail tersebut, artinya menambahkan enam gram karbon dioksida lagi ke atmosfer.


Jejak karbon merupakan jumlah total gas rumah kaca yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung, dari aktivitas umat manusia. Rata-rata manusia di bumi mengirimkan sekitar 125 e-mail per hari.


"Ketika mengirimkan e-mail, gas rumah kaca dihasilkan dari komputer yang beroperasi, berikut server dan router. Bahkan menerima e-mail spam, meski tidak dibuka, menambahkan karbondioksida sampai 0,3 gram," ujar pihak McAfee, seperti dikutip dari
Daily Mail , Kamis, 29 November 2015.

Jejak karbon secara global yang berasal dari Spam, dikatakan McAfee, sama dengan jumlah gas rumah kaca yang dipompa keluar oleh 3,1 juta pengendara mobil menggunakan dua miliar galon bensin dalam setahun.

Tidak hanya mengirim e-mail, mengetik keyword pencarian di Google menggunakan laptop bisa meninggalkan jejak karbon sebesar 0,2 gram. Jika menggunakan desktop komputer jadul, total karbon yang dihasilkan sampai 4,5 gram.


Sedangkan mengirim pesan melalui SMS di ponsel menghasilkan karbon sebesar 0,014 gram. Tas plastik belanjaan menghasilkan karbon sampai 10 gram, sedangkan kertas belanjaan menghasilkan 40 gram karbon dioksida. (one)