Fosil Berusia 90 Juta Tahun Bukti Ular Pernah Berkaki

Seekor ular kobra.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id - Peneliti pernah menyatakan, ular sebenarnya adalah reptil berkaki. Meski masih dengan teori yang sama, penelitian terbaru menunjukkan alasan berbeda terkait dengan menghilangnya kaki ular.

Penelitian terhadap fosil berusia 90 juta tahun lalu menunjukkan, ular ternyata kehilangan kakinya akibat terpaksa bertahan hidup di dalam lubang. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan, anggota tubuh reptil itu hilang karena harus bertahan hidup di dalam laut.

Para peneliti melakukan perbandingan CT scan dari fosil purbakala itu dengan tulang reptil moderen. Hasilnya mengindikasikan, ular kehilangan kaki pada saat nenek moyang mereka berevolusi untuk hidup dan berburu di dalam lubang. Aktivitas ini masih dilakukan oleh ular modern sampai sekarang.

Fosil yang dijadikan penelitian dan di CT scan adalah bagian dalam telinga dari Dinilysia patagonica, sebuah reptil berukuran panjang dua meter yang memiliki hubungan kerabat dekat dengan ular modern.

Bagian tulang dan gigi berlubang ular, seperti halnya telinga ular modern, mengendalikan keseimbangan dan pendengaran mereka. Perbandingan melalui model virtual 3D juga dilakukan terhadap telinga bagian dalam dari fosil tersebut dengan kadal modern dan ular.

Di situ, peneliti menemukan struktur khas dalam telinga bagian dalam hewan yang aktif menggali, yang dapat membantu mendeteksi mangsa dan predator. Bentuk ini tidak ada dalam ular modern yang hidup di air, atau di atas tanah.

"Temuan ini secara tidak langsung membantu peneliti untuk mengisi teka teki sejarah evolusi ular. Bahkan, dengan penelitian ini dipastikan jika Dinilysia patagonica merupakan ular lubang yang terbesar yang pernah ada. Misteri menghilangnya kaki ular akibat evolusi terjawab sudah," ujar Hongyu Yi, peneliti dari School of Geoscience di Edinburgh, seperti dikutip dari India Times, Senin 30 November 2015. (asp)