Analis: Rupiah Sulit Keluar dari Rp14.000 per Dolar

Dolar AS dan rupiah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
VIVA.co.id - Analis LBP Enterprise, Lucky Bayu Purnomo, mengatakan, nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini masih sulit untuk keluar dari zona merahnya di kisaran level Rp14.000 hingga Rp14.050 per dolar AS.

Berdasarkan Yahoo Finance, nilai tukar dolar AS pada pagi ini, Selasa 15 Desember 2015, sudah menyentuh Rp14.060. 

Nilai mata uang Garuda masih terus berjuang dari sentimen global yang menghantui. Pelaku pasar mengambil sikap wait and see terhadap rapat bank sentral Amerika Serikat pada akhir pekan ini yang dipastikan akan menaikkan suku bunganya.

"Masih di penantian rapat bank sentral tanggal 15-17 Desember 2015 akhir pekan ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.050," kata dia saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa, 15 Desember 2015.

Menurut Lucky, pelemahan harga komoditas tidak berpengaruh signifikan untuk menolong rupiah, lantaran tidak berhubungan langsung dengan instrumen keuangan.

"Kondisi yang paling relevan dan menjadi pengaruh adalah rapat bank sentral Amerika," tuturnya.

Nasib rupiah saat ini bergantung pada rapat dewan gubernur Bank Indonesia yang diharapkan dapat menurunkan suku bunga (BI Rate). Jika BI menurunkan suku bunga 0,25 persen, rupiah mendapatkan kekuatan untuk bergerak naik hingga menyentuh target di posisi Rp13.800.

Namun, jika BI tetap memutuskan suku bunga 7,5 persen, hilang harapan rupiah dengan tetap berada di level Rp14.000.

"BI dalam waktu dekat, sebelum tutup tahun, akan mengadakan RDG (rapat dewan gubernur) satu kali lagi, yaitu ruang suku bunga dapat diturunkan. Ini sangat diharapkan oleh masyarakat dan pelaku pasar untuk mendorong kinerja rupiah," ucapnya.