Bos Amazon: Selamat Datang di Klub, SpaceX!

Jeff Bezos
Sumber :
  • Reuters/ Richard Brian

VIVA.co.id - Keberhasilan misi peluncuran dan pendaratan roket Falcon 9 milik SpaceX tak hanya disambut positif oleh kalangan internal perusahaan.

Pesaing SpaceX, yaitu Blue Origin juga menyambut keberhasilan peluncuran roket Falcon 9 ke wilayah orbit dan mendarat mulus di fasilitas Cape Canaveral Air Force Station, Florida, AS, pada Senin malam 21 Desember waktu setempat.

Diketahui, Blue Origin merupakan perusahaan antariksa swasta yang didirikan bos Amazon.com, Jeff Bezos.

Sebulan lalu, Blue Origin telah berhasil mendaratkan roketnya New Shepard. Roket tersebut berhasil mendarat mulus di Bumi secara vertikal, setelah sebelumnya meluncur dan mencapai wilayah suborbit saja.

"Selamat @SpaceX atas pendaratan tahap subsorbit Falcon. Selamat datang di klub ini!," tulis Bezos dalam akun Twitternya, Selasa 22 Desember 2015.

Sambutan ini seakan mendinginkan "perang" kedua perusahaan tersebut.

Sebab diketahui, sebulan sebelumnya, dikutip dari Space.com, saat Blue Origin berhasil mendaratkan roketnya secara mulus, Chief Executive Officer SpaceX, Elon Musk tak begitu menyambutnya secara positif. Bahkan, Musk menyindir kesuksesan roket New Shepard.

Melalui postingan di akun Twitternya, Musk menganggap pencapaian Blue Origin belum lah mencetak sejarah. Bagi dia, roket New Shepard belum sampai menembus wilayah orbit, hanya baru sampai di suborbit.

"Kredit untuk roket suborbit bekas pertama ada pada US Air Force/NASA X-15 dan pesawat Burt Rutan," tulis Musk.

Diketahui, misi US Air Force/NASA X-15 merupakan pesawat roket eksperimental dan yang kedua adalah pesawat SpaceShipOne yang telah mencapai antariksa dua kali dalam dua pekan pada tahun lalu.

Bezos pun menjawab komentar Musk tersebut secara tidak langsung. Bos Amazon menyebutkan roketnya telah berhasil melampaui apa yang dilakukan roket SpaceX.

Bezos menyebutkan, SpaceX hanya memulihkan booster pada tahap pertama di aera suborbit. Sementara itu, roket Blue Origin bisa melalui yang dilakukan SpaceX dan membuat proses kembali ke Bumi dengan lebih jinak.

"Booster Blue Origin, kami hanya menerbangkan dan menunjukkan mungkin menjadi salah satu penerbangan yang melalui lingkungan keras saat akan kembali ke Bumi," kata Bezos.

Bagi dia, bagian tersulit dari pendaratan vertikal dan kemampuan penggunaan roket lagi adalah saat pendaratan akhir. Dan Blue Origin berhasil melalui itu.

Keberhasilan roket Blue Origin dan SpaceX bakal membuka misi penerbangan ke antariksa secara signifikan dari segi biaya peluncuran. Sebab, ke depan, setiap peluncuran misi ke antariksa tak harus menggunakan roket baru, tapi tetap bisa menggunakan roket yang sudah ada. (art)