Kisah Petani Karet yang Berhasil Punya Mal dan Bus
Senin, 11 Januari 2016 - 06:42 WIB
Sumber :
- VIVA.co.id/Dodi Handoko
“Kami masih didampingi Ibu MD Hutagalung dalam mengurus Arion Paramita Group. Namanya bisnis keluarga, ya harus kompak,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Baca Juga :
Mimpi ke depan, yang menurutnya tentu akan digapai dengan ikhtiar dan doa, adalah merambah ke berbagai bisnis seperti sektor penerbangan.
Dia menjelaskan, memeras botol kosong sampai mengeluarkan setetes dua tetes air. Itu falsafah hidup ayahnya yang senantiasa tergiang pada Pirton dan ke-empat saudaranya, untuk konsisten mengembangkan perusahaan dengan semangat kebersamaan.
Membuat yang tidak ada menjadi ada dan akhirnya berguna, begitu sari pati arti dari filosofi memeras botol kosong tersebut. (ren)