Asosiasi Logistik: Implementasi Industri Pelayaran Tak Jelas

Ilustrasi tol laut.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Tudji Martudji
VIVA.co.id - Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menganggap Pemerintah Indonesia tidak jelas dalam mengimplementasikan industri pelayaran dan logistik. Hal tersebut diungkapkan Ketua ALI, Zaldy Masita.

"Maritim ini jelas atau tidak? Karena sampai sekarang, pemerintah masih lebih banyak membangun tol daripada dermaga," katanya di Grand Seminar 7IECOM 2016, di Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin 11 Januari 2016.

Zaldy menambahkan, ketidakseriusan pemerintah dalam mengimplementasikan industri pelayaran juga terlihat dari pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok.


"Untuk apa membangun di sana, toh sekarang 80 persen pemakai jasa logistik bukan di Jakarta lagi, tapi di luar Jakarta," ucapnya.


Bukan hanya itu, menurut Zaldy saat ini proyek yang tengah digarap pemerintah tidak melingkupi logistik. Dia bahkan menuduh pemerintah hanya omong besar.


"Mau gimana? Sekarang tol laut saja versinya selalu berubah, sumber daya manusia (SDM) tidak ada," katanya.


Sementara itu, Guru Besar Teknik Industri ITB, Senator Nur Bahagia mengatakan, pemerintah perlu banyak melakukan perubahan jika ingin mengalihkan sebagian transportasi dari darat ke laut. Salah satunya mengubah paradigma untuk membangun sebuah kawasan yang sistemik.


"Jangan hanya berpikir untuk membangun rel, bandara dan pelabuhan saja," katanya.


Senator menambahkan, pemerintah juga perlu membangun negara dengan meninggalkan prinsip koorporasi. Karena antara negara dan koorporasi tidak akan pernah sinkron.


"Bagaimana mau sinkron kalau yang satu berorientasi mensejahterakan rakyat sementara yang satu mencari profit. Apalagi sekarang masih banyak warga miskin di Indonesia," kata dia. (ren)