Mereka-reka Bentuk Manusia di Masa Depan

Prediksi bentuk manusia masa depan
Sumber :
  • www.dailymail.co.uk

VIVA.co.id - Perubahan lingkungan bakal membawa perubahan pada fisik manusia. Ahli paleoantropologi Universitas Kent, Inggris, telah berhipotesa tentang wujud manusia di masa depan akibat adanya perubahan lingkungan.

Pakar paleoantropologi universitas itu, Matthew Skinner, menduga wujud manusia masa depan akan memiliki penampahan pada lapisan retina, ukuran hidung dan wajah meluas serta kaki dan tangan seperti kelelawar, punya selaput jaring.

Dikutip dari Daily Mail, Rabu 13 Januari 2016, perkiraan bentuk fisik manusia masa depan itu mempertimbangkan kemungkinan munculnya era es kedua, saat puncak es mencair di kutub dan meningkatkan tingkat permukaan laut.

Skinner mengatakan beberapa perubahan tersebut bisa lebih cepat terjadi karena beberapa manusia sudah punya mutasi genetik. Dia menyebutkan perubahan bentuk fisik manusia bisa berlangsung dalam periode ratusan generasi.

"Kita secara genetik bisa merekayasa diri kita jika itu penting untuk bertahan hidup. Beberapa hal yang mungkin bisa dikembangkan sebagai kebutuhan dari waktu ke waktu secara alami. Lainnya bisa terjadi selama puluhan ribu tahun," kata Skinner. 

Skinner mengharapkan nantinya pada lingkungan ekstrim akibat naiknya permukaan laut itu, manusia mengembangkan tangan berselaput jaring dan retina mata sepeti kucing. Perubahan bentuk fisik itu bertujuan untuk membantu manusia dalam keadaan miskin cahaya di dalam air. Dia menyebutkan mungkin di masa depan manusia akan memiliki kelopak mata tembus untuk melindungi mata dari air.

Kemudian dalam skenario era es kedua, Skinner memprediksi kulit manusia akan menjadi sangat pucat, hal ini bertujuan membantu memproduksi banyak vitamin D akibat kurangnya sinar matahari.

"Kita juga akan memiliki banyak rambut tubuh dan akan mengembangkan perawakan tubuh yang makin berotot," kata Skinner.

Perubahan bentuk di masa depan juga terjadi pada hidung dan wajah. Disebutkan nantinya ukuran hidung dan wajah akan meningkat untuk membantu menghidup udara dingin di nasophrarynx, area belakang hidung.

Kemudian jika bicara bentuk fisik pria pada masa depan, Skinner memprediksikan bentuk fisik pria lebih mirip dengan gorilla pada dunia yang normal. Tubuh lebih besar pada era es kedua, sementara pada dunia penuh dengan air, tubuh pria hadir dengan selaput jaring.

Sedangkan untuk wanita, di masa depan relatif tak sebesar pria, tapi sama dengan tangan dan kaki berselaput jaring serta mata kucing dan ekstra kelopak mata.

Skinner juga menyediakan skenario saat manusia masa depan berkoloni di planet lain. Jika demikian, manusia perlu melakukan berbagai perubahan untuk beradaptadi dengan gravitasi yang rendah.

Maka hasilnya, lengan manusia menjadi lebih panjang dan kaki makin pendek karena dampak gravitasi rendah. Dalam kondisi fisik tersebut, maka tungkai atas dan bawah akan menjadi lebih penting dan menjadi sama panjangnya seperti terlihat pada orangutan.

Kondisi di planet lain juga mengakibatkan manusia di masa depan akan kehilangan gigi dan ukuran rahang serta mulut yang berkurang. Jadinya manusia mirip dengan bayi.