Beredar Surat Terbuka Faisal Basri kepada Jokowi

Sumber :
  • Agus Tri Haryanto/VIVAnews

Dengan dibangunnya jalur di wilayah Barat-Timur Sumatera, lanjut Faisal, hasil bumi di beberapa daerah tersebut nantinya akan lebih dekat, dan cepat diangkut ke pelabuhan. 

"Bukankah pilihan itu lebih sejalan dengan konsep tol laut yang Bapak anut? Dengan begitu, kawasan di pantai Barat pun akan lebih hidup," katanya.

Faisal berharap, pemerintah kembali meninjau rencana pembangunan hasil gagasan dari era pemerintahan sebelumnya. 

Menurutnya, pembangunan tol di Pulau Jawa justru menjadi sesuatu yang harus diprioritaskan guna mendukung multimoda transportasi yang berbasis angkutan laut.

"Koreksilah rencana itu agar lebih selektif dan memberikan hasil lebih optimal. Bagaimana kita bisa bersaing kalau 90 persen lebih barang di Jawa diangkut lewat darat? Bukankah angkutan darat sekitar 10 kali lebih mahal dari angkutan laut?" tanya Faisal.

Batalkan kereta cepat Jakarta-Bandung

Tak hanya pembangunan jalan tol Trans Sumatera, Faisal pun mengkritik langkah pemerintah yang berencana membangun kereta cepat Jakarta-Bandung. Bahkan, ia meminta pemerintah agar membatalkan pembangunan kereta yang ditangani oleh beberapa konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

"Mumpung belum dibangun, batalkanlah kereta cepat Jakarta-Bandung. Bapak bisa mendengarkan pemikiran para ahli transportasi di dalam negeri, dan luar negeri yang tidak punya vested interest atas proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung," tegas dia.

Secara logika, kata Faisal, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung pun dianggap tidak masuk dalam akal sehat. 

Sebab, dengan tingkat kecepatan yang begitu tinggi, nantinya kereta cepat tersebut memiliki empat pemberhentian. 

"Baru tancap gas, sudah harus segera mengerem," ujarnya.

Faisal pun menyarankan pembangunan kereta cepat dalam rute Jakarta-Surabaya. Menurutnya, di wilayah tersebut daya beli masyarakatnya telah meningkat cukup pesat, dan dianggap tidak akan mendapatkan kesulitan dalam hal pembelian tiket kereta cepat yang terlampau mahal.

Oleh karena itu, Faisal berharap Presiden Jokowi mempertimbangkan atas beberapa poin yang disebutkan dalam blognya. 

"Demikian keprihatinan seorang anak bangsa yang amat mengharapkan Bapak membawa Indonesia berjaya, dan meluruskan yang bengkok-bengkok. Mohon maaf jika kurang berkenan," tutup Faisal dalam blognya. (one)