Sperma Lebah Lindungi dari Penyakit Seksual Mematikan

Ilustrasi lebah
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id - Peneliti lebah di Australia telah menemukan rahasia sistem kekebalan hewan itu untuk berlindung dari penyakit tertentu.

Peneliti Western Australian Centre for Integrative Bee Research telah menemukan sistem kekebalan itu setelah menguji sperma lebah. Tujuan awal peneliti mempelajari itu adalah untuk menemukan penyebab tingkat penurunan kesuburan lebah di Autralia Barat. Tapi peneliti malah menemuan sistem kekebalan super pada sperma lebah tersebut.

Dikutip dari The Guardian, Kamis, 21 Januari 2016, komponen dalam sperma lebah itu bisa melindungi hewan itu dari penyakit menular seksual mematikan.

Disebutkan protein imun dalam sperma, melindungi lebah ratu dari serangan penyakit yang berasal dari jamur setelah lebah ratu menjalani kawin. Protein kekebalan ini telah diidentifikasi peneliti tersebut.

Direktur Western Australian Centre for Integrative Bee Research, Boris Baer, mengatakan penemuan itu menunjukkan lebah madu punya sistem kekebalan canggih yang secara potensial bisa dikembangbiakkan untuk melawan patogen tertentu. Jika ini dimaksimalkan maka bisa membantu mencegah penurunan jumlah lebah di seluruh dunia.

Peneliti mengatakan jamur yang menyerang lebah umumnya yaitu Nosema apis. Jamur ini berpindah melalui kontak seksual dan kontak antara lebah pekerja atau lebah yang tidak menjalankan kawin. Jamur ini menyerang lebah dengan masuk dalam pencernaan perut dan kemudian merusak usus lebah. Jika sudah demikian, maka akan mematikan, terlebih saat jamur itu dikombinasikan dengan tekanan lain.

Sementara, menurut studi tim peneliti Inggris tahun lalu, Nosema apis berkerabat dekat dengan Nosema ceranae, yang ditemukan si Asia tapi sudah menyebar secara lobal akibat perubahan iklim.

"Lebah tersebut sangat jarang berhubungan seks, hanya lebah ratu yang kawin dan itu sekali dalam masa hidupnya. Sebagian besar waktu jamur Nosema tidak menyebar melalui kontak seks, tapi itu antara lebah pekerja," kata Baer.

Dalam studinya, peneliti menemukan salah satu protein dalam sperma lebah menyerang spora jamur tersebut dengan menipu jamur dari awal dan cara lainnya langsung membunuh langsung spora jamur tersebut.

Peneliti penemuan sistem canggih kekebalan lebah itu bisa dipakai untuk mengisolasi dan mengembangbiakkan ketahanan yang lebih tinggi sampai ke patogen lainnya misalnya Varroa destructor mite. Diketahui Varroa destructor mite telah dikenal sebagai 'pembunuh super lebah'.

Australia diketahui merupakan benua satu-satunya yang kini bebas dari 'pembunuh super lebah' tersebut. Tapi jika parasit itu sudah sampai di Australia, itu menjadi alamat buruk bagi kehidupan lebah.