Menanti Kelahiran Anak? Ini Persiapan Wajibnya

Sumber :
  • CNN News

VIVA.co.id - Tujuan pernikahan tak hanya menyatukan dua hati menjadi satu, tetapi juga untuk memperoleh keturunan, sehingga tercipta keluarga yang sempurna dan bahagia.

Sungguh suatu kebahagiaan tiada tara ketika mendengar kabar kehamilan sang istri tercinta, yang artinya tak lama lagi Anda akan memiliki momongan. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, harus pula disadari bahwa tanggung jawab suami semakin besar, terutama dalam hal persiapan biaya persalinan.

Memang berapa sih biaya persalinan itu? Tentu akan sangat tergantung pada kondisi kehamilan yang dialami. Ibu dan janin yang sehat memungkinkan untuk persalinan normal, sehingga biaya yang dibutuhkan tidaklah terlalu banyak, umumnya kurang dari Rp2 juta.
 
Sementara itu, jika ibu dan janin bermasalah, biaya yang dibutuhkan cukup besar bisa mencapai lebih dari Rp10 juta karena harus menjalani persalinan caesar. Kebutuhan biaya semakin tinggi apabila bayi harus dirawat intensif dengan inkubator.
 
Nah, agar hal tersebut tidak terjadi pada Anda, maka persiapkanlah biaya persalinan sedini mungkin. Berikut enam cara yang bisa diterapkan untuk mempersiapkan biaya persalinan guna menyambut kelahiran buah hati Anda.
 
 
1. Menjadi peserta BPJS Kesehatan
 
BPJS Kesehatan membiayai perawatan semua jenis penyakit, termasuk persalinan baik normal maupun caesar. Hanya saja, Anda tidak bisa memilih rumah sakit dengan leluasa, karena harus mengikuti alur layanan yang disyaratkan.
 
Jika kondisi kehamilan normal tidak ada masalah, pemeriksaan rutin hingga persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama, bisa puskesmas, klinik, atau dokter praktik pribadi. Jika layanan faskes pertama terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk membantu proses persalinan, maka bisa memberikan rujukan ke rumah sakit.
 
Perlu diperhatikan bahwa BPJS Kesehatan membiayai persalinan dan perawatan ibu dan bayi dalam kondisi normal. Jika ternyata ada masalah pada bayi sehingga membutuhkan perawatan intensif, maka biaya perawatan tersebut tidak ditanggung karena bayi belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
 
2. Menabung
 
Anda dan pasangan setidaknya memiliki waktu sembilan bulan untuk menyisihkan sebagian gaji atau penghasilan untuk ditabung. Anda bisa menabung secara mandiri atau menabung di rumah sakit yang dituju untuk persalinan mendatang.
 
Saat ini ada beberapa rumah sakit yang memberikan layanan tabungan persalinan. Tujuannya adalah untuk membantu calon orang tua dalam mengatur dan menyiapkan kelahiran sang buah hati secara finansial.
 
Dengan menabung di rumah sakit, setidaknya Anda sudah bisa merencanakan fasilitas layanan yang akan dipilih, mulai dari kelas, kamar, dan lainnya. Saat tiba waktu persalinan, Anda tak perlu lagi khawatir dengan urusan administrasi rumah sakit.
 
 
3. Deposito
 
Deposito bisa menjadi alternatif yang dipilih untuk mempersiapkan biaya persalinan. Jika Anda telah memiliki cukup banyak dana dan tidak ingin tergoda menggunakannya untuk kebutuhan lain, maka depositokan saja.
 
Anda bisa memilih termin enam atau tujuh bulan untuk mengantisipasi apabila terjadi kelahiran prematur. Pastikan memilih layanan deposito dengan syarat yang tidak terlalu ribet, sehingga Anda tidak menghadapi kesulitan untuk mengambil dana ketika membutuhkan.
 
4. Asuransi
 
Kebanyakan asuransi komersial memang tidak menanggung biaya persalinan. Meskipun demikian, banyak perusahaan asuransi yang menyediakan layanan kehamilan, dengan pertanggungan risiko kehamilan itu sendiri, seperti kelahiran prematur, perawatan bayi di inkubator, dan lain-lain.
 
Sebagai langkah antisipatif, ada baiknya produk asuransi ini dimiliki agar Anda tak lagi dipusingkan dengan masalah biaya jika terjadi masalah pada kehamilan.
 
 
 
5. Tunjangan dari tempat kerja
 
Banyak perusahaan yang memberikan fasilitas berupa tunjangan kelahiran sebagai wujud apresiasi atas kerja sama yang baik dan loyalitas karyawannya. Jika Anda seorang karyawan dan perusahaan tempat Anda bekerja merupakan salah satu yang memberikan tunjangan kelahiran, maka Anda bisa memanfaatkannya sebagai persiapan biaya persalinan.
 
Untuk itu, Anda harus memiliki informasi yang jelas dan valid berkenaan dengan kelas layanan dan plafon yang ditanggung perusahaan. Dengan demikian, Anda bisa merencanakan lebih lanjut terkait dengan dana yang harus disiapkan untuk menutup biaya persalinan yang tidak ditanggung oleh perusahaan.
 
6. Menyiapkan dana cadangan
 
Dalam pengelolaan keuangan, dana cadangan memiliki peran dan fungsi penting untuk membiayai kebutuhan yang sifatnya darurat. Contohnya saja pemanfaatan tunjangan dari perusahaan.
 
Umumnya pembayaran tunjangan perusahaan menggunakan sistem reimbursement, di mana Anda harus membayar biaya persalinan lebih dulu baru kemudian diklaimkan penggantiannya ke perusahaan. Nah, di sinilah peran dana  cadangan dimainkan.
 
Jangan ganggu kebahagiaan dengan masalah biaya
 
Kehadiran buah hati haruslah disambut dengan riang gembira. Jangan sampai kebahagiaan yang seharusnya bisa Anda rasakan dan nikmati bersama keluarga terganggu dengan ketidaksiapan finansial. Dengan persiapan biaya persalinan yang matang, Anda dan keluarga bisa terbebas dari tekanan finansial dan jeratan utang.
 
Baca Juga: Program Keluarga Harapan, Apa Manfaat yang Ditawarkan?