Bisnis Tambang dan Penggalian Diprediksi Masih Lesu

Pekerja pabrik pengolahan bijih tambang Freeport di Tembagapura, Papua.
Sumber :
  • VIVA.co.id / Renne Kawilarang
VIVA.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan iklim bisnis pada tahun ini sebesar 104,28. Angka ini diproyeksikan meningkat dari indeks tendensi bisnis (ITB) yang sebesar 105,22.

Namun, optimisme pebisnis akan lebih rendah dibandingkan kuartal IV tahun 2015.

"Ada peningkatan semua persepsi komponen indeks, kecuali order luar negeri dengan indeks 96,66 persen," kata Kepala BPS, Suryamin, di kantor BPS pusat, Jakarta, Jumat, 5 Februari 2016.

Suryamin mengatakan, kondisi bisnis di semua lapangan usaha diperkirakan meningkat, kecuali pertambangan dan penggalian. Diperkirakan angka ITB pada tahun ini sebesar 92,03 persen.

"Pertambangan dan penggalian ada di bawah angka 100," kata dia.

Pada kuartal IV-2015, iklim bisnis pertambangan dan penggalian berada di bawah angka 100, yaitu sebesar 94,74. Hal ini dipengaruhi oleh anjloknya harga komoditas dan aturan pembangunan smelter.

Suryamin mencatat, kondisi bisnis diproyeksikan meningkat di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor kesehatan dan kegiatan sosial, serta sektor informasi dan komunikasi. 

Kondisi bisnis sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan diproyeksikan berada di angka 110.

"Hal ini terjadi karena ada dorongan dari tanaman non pangan dan sudah masuk musim panen," kata dia.

Untuk sektor kesehatan dan kegiatan sosial, iklim bisnis diperkirakan mencapai angka 109,13 pada tahun ini. Alasannya, ada bantuan sosial yang cukup tinggi yang diberikan pemerintah dan ada upaya pengentasan kemiskinan. 

Peningkatan kondisi bisnis terendah ada di sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang diproyeksi ada di angka 102,04.

"Kalau sektor informasi dan komunikasi, kondisi bisnisnya diproyeksi sebesar 108,2," kata dia.