Menkeu Minta Tolong Para Ekonom Sosialisasi Pajak

Menkeu Bambang Brodjonegoro bersama para ekonom
Sumber :
  • VIVA.co.id/Chandra G. Asmara
VIVA.co.id - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, hari ini, Kamis 11 Februari 2016, mengumpulkan para ekonom Kementerian Keuangan yang ada di daerah, seperti ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, FEB Universitas Padjajaran, dan lainnya dalam rangka Kick Off Meeting
Forum Kementerian Keuangan.

Di hadapan puluhan ekonom dari berbagai wilayah, Bambang meminta para ekonom daerah untuk memberikan edukasi lebih kepada masyarakat, terkait dengan pemahaman pajak, karena dianggap masih awam di mata publik. Apalagi, tahun ini adalah tahun penegakan pajak.


"Kalau boleh, ada baiknya para ekonom banyak berinteraksi dengan Kantor Wilayah Pajak. Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pajak. Pekerja tidak sepenuhnya paham mengenai pentingnya pajak," ujar Bambang dalam sambutan acara
Kick Off Meeting
Forum Kementerian Keuangan.


Selain itu, Bambang menjelaskan, rencana pemerintah untuk menerapkan pengampunan pajak (
tax amnesty
) pada tahun ini harus dimanfaatkan. Diharapkan, kebijakan ini dapat meningkatkan penerimaan pajak negara. Dengan adanya edukasi tersebut, masyarakat pun akan paham tujuan pemerintah untuk memperbaiki kondisi perekonomian dalam negeri.


“Paling penting ada manfaat dari
tax amnesty
ini buat ekonomi nasional. Secara singkat, penerimaan pasti akan naik. Selain itu, akan membuat basis pajak tahun berikutnya menjadi lebih besar. Akan perbaiki rasio pajak, dan perbaiki penerimaan pajak itu sendiri,” kata dia.


Jika penerapan
tax amnesty
ini berhasil disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang optmistis kebijakan tersebut mampu menyelesaikan permasalahan yang selama ini menghantui. Karena itu, perlu adanya dukungan dari masyarakat secara penuh, agar mampu teroptimalisasi dengan baik ke depannya.


"Ini sekali seumur hidup. Sehabis ini, tidak akan ada lagi
tax amnesty
. Yang perlu diangkat, adalah masyarakat tidak terkesan pemerintah itu mengampuni yang nakal, dan mengabaikan yang patuh,” tegas dia. (asp)