Ini Tips Gunakan Bonus dengan Bijak
Selasa, 16 Februari 2016 - 06:42 WIB
Sumber :
- http://www.indotopinfo.com
VIVA.co.id - Mendapatkan tambahan pemasukan memang sangat menggembirakan, apalagi kalau jumlahnya cukup besar, seperti bonus dari kantor. Jika Anda termasuk yang beruntung mendapatkan bonus dari kantor, apa yang akan dilakukan? Berlibur, pesta, membeli barang mewah, atau yang lainnya?
Ketika uang sudah di tangan, banyak orang yang tidak tahan ingin segera membelanjakannya. Sangat manusiawi dan sah-sah saja untuk menghabiskan bonus itu.
Namun, alangkah lebih baik dan bijak, jika pemasukan tambahan tersebut digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, terutama dalam rangka mempersiapkan masa depan.
Nah, lima cara berikut bisa menjadi panduan agar cermat memanfaatkan bonus dari kantor.
1. Gunakan sebagai dana darurat
Mungkin saat ini, kondisi keuangan Anda baik-baik saja. Meski demikian, ketersediaan dana darurat tetaplah sangat penting untuk menunjang kehidupan di masa mendatang.
Siapa yang tahu, bahkan bisa menjamin kondisi keuangan akan selalu baik-baik saja? Selalu akan ada kejadian tak terduga yang tidak diinginkan, misalnya saja sakit, terkena musibah, atau bahkan terkena pemutusan hubungan kerja akibat krisis ekonomi, dan lain sebagainya.
Selain berfungsi untuk membiayai terjadinya hal-hal yang tak terduga, dana darurat juga digunakan sebagai biaya penyambung kehidupan ketika tidak memiliki pemasukan. Jumlah dana darurat ini idealnya sebanyak enam hingga 12 kali total pengeluaran bulanan.
Asumsinya, di saat tak lagi memiliki penghasilan, Anda masih bisa membiayai kehidupan sehari-hari selama enam hingga 12 bulan. Ketersediaan dana darurat tersebut tentunya cukup sampai memperoleh penghasilan kembali.
2. Gunakan sebagai modal investasi
Berinvestasi merupakan salah satu langkah untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Namun, untuk investasi memang membutuhkan modal yang tidak sedikit. Dengan bonus dari kantor yang Anda peroleh, kenapa tidak memulai investasi?
Ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih seperti saham, reksadana, emas, juga properti. Tentu saja, masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan juga tingkat risiko yang berbeda.