Mastel: Tepat, Jokowi ke Silicon Valley Saat Ini

Presiden Obama menyambut Presiden Jokowi dalam KTT AS-ASEAN di California, AS.
Sumber :
  • KJRI Los Angeles

VIVA.co.id - Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Kristiono menyambut positif kunjungan Presiden Jokowi ke markas perusahaan teknologi dunia di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Dalam lawatannya ke negeri Paman Sam pada 16-17 Februari 2016, Presiden Jokowi dan rombongan akan menyambangi sejumlah kantor perusahaan teknologi di Silicon Valley, seperti Facebook, Google, dan Twitter. Kunjungan ke markas perusahaan teknologi itu dijadwalkan pada 17 Februari 2016.

Menurut Kristiono, kunjungan Jokowi ke markas perusahaan teknologi itu menjadi penting dalam upaya pemerintah yang sedang mematangkan peta jalan e-commerce di Indonesia.

"Saya rasa kunjungan yang tepat, selain pada waktu yang lalu (Oktober 2015) belum berkesempatan hadir langsung, juga saat ini pemerintah telah menyusun roadmap e-commerce," kata dia kepada VIVA.co.id, Selasa 16 Februari 2016.

Ketua Umum Mastel itu mengatakan kunjungan delegasi Indonesia itu juga akan membawa peluang bagi investasi di dalam negeri, yang sedang gencar mengembangkan e-commerce dan menjamurnya perusahaan rintisan (startup).

"Membuka kesempatan modal asing untuk berinvestasi langsung di Indonesia dan pemerintah telah mencanangkan target e-commerce transaksi sampai dengan tahun 2020 US$135 miliar," tuturnya.

Terkait dengan peluang dalam negeri dibanjiri modal asing, Kristiono mengaku tak begitu khawatir menjadikan e-commerce di Tanah Air hanya menjadi objek pasar saja. Sebab investasi asing yang masuk itu akan selektif, tak asal menggelontorkan dana kepada siapa saja.

"Kan masuknya modal asing sudah diatur sedemikian rupa sehingga mereka (pemodal) hanya masuk pada startup yang sudah pada skala masif," ujar dia.

Dia mengatakan modal asing masih dibutuhkan untuk mendorong dan membantu startup dalam negeri makin meroket kinerjanya.
 
"Bagaimanapun untuk scaling up startup nasional masih dibutuhkan modal asing bukan hanya dari sisi capital tapi juga skill dan networking. China pun juga menarik investasi asing untuk membangun digital ekonomi mereka," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi beserta rombongan akan menyambangi kantor perusahaan teknologi di Silicon Valley, San Francisco pada 17 Februari, mulai dari berpapasan dengan Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg, CEO Google Sundar Pichai yang didampingi co-founder Google Sergey Brin, dan petinggi Twitter.

Pada kesempatan tersebut Jokowi beserta rombongan membawa dua agenda besar yang akan dipaparkan. Pertama soal upaya Indonesia yang untuk menjadi negara digital ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan industri e-commerce-nya. Indonesia sedang mengembangkan roadmap e-commerce nasional dengan mengolaborasikan delapan kementerian dan lembaga terkait untuk mencapai transaksi US$130 miliar pada 2020.