Penjelasan Tiongkok Soal Mahalnya Biaya Kereta Cepat

Pameran Kereta Cepat China
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id - Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xie Feng, memberikan klarifikasi soal China Railway Engineering Corporation, kontraktor kereta cepat Jakarta-Bandung, yang dikabarkan memberikan harga lebih mahal untuk kereta cepat buatannya bagi Indonesia dibandingkan harga yang diberikan pada Iran.

Dikabarkan, untuk pembangunan kereta cepat di Indonesia dengan jarak 150 kilometer (km) dibutuhkan dana US$ 5,5 miliar. Sementara, pembangunan kereta di Iran dengan jarak 400 km hanya membutuhkan dana US$ 2,73 miliar.

"Sejauh yang saya tahu, proyek kereta cepat Iran belum diputuskan. Dan teman saya memberitahukan bahwa publik mengetahui panjang lintasan lebih dari 400 atau 500 kilometer, tapi faktanya yang disetujui dan didiskusikan Tiongkok kurang dari 100 kilometer," kata Xie Feng usai bertemu Wakil Presiden (wapres) Jusuf Kalla di kantor wapres, Jakarta, Kamis 10 Maret 2016.

Ia menegaskan kontrak antara Tiongkok dan Indonesia untuk pembangunan kereta cepat merupakan kontrak yang paling bagus dan spesial. Sebab itulah Tiongkok bekerjasama dengan Indonesia sebagai proyek strategis jangka panjang.

"Kita bekerjasama sebagai partner yang baik. Kita dan Indonesia ada di kapal yang sama dan berjalan ke arah yang sama. Dan Indonesia adalah pemangku kepentingan yang terbesar dalam kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia," kata Xie Feng.

Sebelumnya, dikabarkan biaya pembangunan proyek kereta cepat Jakarta Bandung jauh lebih mahal dibandingkan proyek kereta cepat oleh investor yang sama. Proyek tersebut sama-sama dibangun China Railway Engineering Coorporation.

Pembangunan kereta cepat di Indonesia mencapai US$ 5,5 miliar dolar. Lalu pembangunan kereta yang sama di Iran hanya menghabiskan biaya US$ 2,73 miliar. Baik pembangun di Iran maupun Indonesia diperkirakan sama-sama rampung pada 2018.