17-03-1990: Lithuania Tolak Uni Soviet

Bendera Uni Soviet.
Sumber :
  • www.rferl.org

VIVA.co.id - Lithuania yang merupakan bekas dari bagian Uni Soviet, menolak permintaan Uni Soviet untuk melepaskan deklarasi kemerdekaannya pada 17 Maret 1990.

Dikutip dari situs History, Uni Soviet merebut negara Baltik Lithuania pada 1939. Lithuania kemudian mengeluh dan menentang keras pengadopsian negara mereka ke dalam kekaisaran Soviet. Kendati demikian keluhan mereka tak digubris ataupun berhasil.

Terdapat masalah hingga 1985, termasuk munculnya Mikhail Gorbachev sebagai pemimpin Uni Soviet. Pada 1989, sebagai bagian dari kebijakan untuk melonggarkan represi politik di kekaisaran Soviet dan memperbaiki hubungan dengan Barat, Gorbachev menolak Doktrin Brezhnev.

Doktrin terebut berisi pernyataan bahwa Uni Soviet dibenarkan dalam menggunakan kekuatan untuk melestarikan pemerintahan komunis yang sudah ada saat itu. Para nasionalis Lithuania kemudian mengambil penolakan dari Doktrin Brezhnev itu sebagai sinyal bahwa deklarasi kemerdekaan mereka mungkin akan diterima.

Kemudian pada 11 Maret 1990, Lithuania mendeklarasikan kemerdekaan mereka, negara dari Uni Soviet yang pertama kali melakukan hal itu. Gorbachev membiarkan pemerintahan komunis yang berjalan di Eropa Timur jatuh ke dalam gerakan demokrasi.

Namun, kebijakan tersebut tak berlaku bagi republik Uni Soviet. Pemerintah Uni Soviet kemudian menentang keras deklarasi kemerdekaan Lithuania dan mengeluarkan ultimatum yang berbunyi :

"Tark kembali deklarasi kemerdekaan atau hadapi konsekuensinya".

Terhadap hal tersebut, pada 17 Maret Lithuania menjawab dengan tegas bahwa mereka menolak permintaan tersebut dan meminta agar negara-negara demokrasi memberi mereka pengakuan diplomatik.

Tidak merasa terancam, Uni Soviet bersikeras pihaknya masih memegang kendali atas Lithuania, bahkan Gorbachev mengeluarkan sanksi ekonomi bagi para pemberontak dan pada Januari 1991, Soviet melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Lithuania.

Situasi ini membuat Kongres AS bertindak cepat untuk mengakhiri bantuan ekonomi ke Uni Soviet. Pada Desember 1991, 11 dari 12 Republik Sosialis Soviet memproklamasikan kemerdekaan mereka dan mendirikan Commonwealth of Independent States.