Batan: RI Negara Paling Siap Bangun PLTN di ASEAN

Taswanda Taryo, Deputi Bidang Tekonologi Energi Nuklir, BATAN.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Daru Waskita

VIVA.co.id - Sejumlah negara di ASEAN mulai berlomba-lomba untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), seiring dengan semakin tingginya kebutuhan energi, dibarengi dengan tinggi bahan bakar minyak (BBM), atau energi fosil yang semakin lama semakin habis.

Meski banyak negara di ASEAN yang tertarik menggunakan PLTN untuk mencukupi kebutuhan energi listriknya, namun Indonesia dinilai negara yang paling siap jika PLTN akan dibangun.

"Negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam yang kini mulai membangun PLTN, belajar dari Indonesia. Namun, di Indonesia sendiri pembangunan PLTN masih terkendala kemauan politik pemerintah yang masih setengah-setengah," kata Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Taswanda Taryo di Yogyakarta, Selasa 22 Maret 2016.

BATAN telah melakukan penelitian daerah di seluruh Indonesia yang cocok untuk didirikan PLTN, seperti Bangka Belitung di Sumatera dan Jepara di Pulau Jawa.

Menurut Taswanda, paling ideal pembanguan PLTN di Kabupaten Jepara, karena berada di pulau Jawa dan paling banyak mengonsumsi energi listrik.

"Bangka Belitung juga sangat stretegis untuk dibangun PLTN, namun sayang pengguna energi listrik belum sebanyak di Jawa dan belum ada kabel listrik yang tersambung dari Sumatera ke Jawa," tuturnya.

Harga energi listrik yang semakin mahal, ketika BBM, atau batu bara naik akan menjadi masalah sendiri bagi masyarakat Indonesia.

Namun, dengan menggunakan nuklir yang bahan bakunya tersedia melimpah di Indonesia, maka permasalahan harga tidak akan terjadi naik terus menerus.

"Potensi sumber daya uranium di seluruh Indonesia saat ini mencapai 70 ribu ton dan thorium mencapai 125 ribu ton. Sumber daya uranium tersebut tersebar di Kalan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, Sibolga Sumatera Utara, dan Biak Papua," ucapnya.

Lebih jauh, Taryo mengatakan, ketakutan masyarakat akan adanya radiasi nuklir seperti kejadian PLTN di Fukusima Jepang, tidak perlu dikhawatirkan, karena lokasi yang nantinya dibangun PLTN, jika pemerintah mengizinkan, sudah memenuhi tiga unsur, yaitu keselamatan, keamanan dan saveguard.

"Bahwa radiasi itu pasti ada, namun dalam batas tertentu masih diperbolehkan, atau tidak melebihi ambang batas. Matahari itu juga ada radiasinya, tetapi masih dalam batas ambang awan. Jadi, yang mengeluarkan radiasi bukan saja nuklir," tuturnya. (asp)