Studi: Pencari Rumah Kesulitan Temukan Hunian Idaman

Seorang wanita di suatu pameran properti di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - Portal properti Rumah.com, melakukan studi terhadap para pencari properti di Indonesia dan Thailand (bekerja sama dengan DDproperty.com, portal properti ternama di Thailand) dan menemukan bahwa para pencari properti di kedua negara ini menghadapi masalah yang mirip dalam proses pencarian properti.

Studi kualitatif  ini dilakukan dan melibatkan responden dari Indonesia dan Thailand, dari kelompok first-time buyer, atau pembeli rumah pertama kali, dan upgraders, atau kelompok yang sudah memiliki rumah dan ingin membeli rumah kedua untuk ukuran yang lebih besar.

Dikutip dari siaran persnya, Kamis 24 Maret 2016, penelitian menemukan bahwa para pencari properti di Indonesia dan Thailand, merasa kesulitan mencari properti idaman. Para pencari properti menyatakan merasa rentan, dengan banyaknya pilihan dan informasi tidak beraturan yang beredar di pasaran, karena lanskap market di Indonesia dan Thailand yang dipenuhi banyak agen, developer (pengembang), dan portal properti baik offline maupun online.

Bagi first-time buyers, proses pencarian properti bisa menyebabkan frustrasi, karena merupakan pengalaman pertama dan harus menghadapi risiko tinggi, seperti developer nakal, banjir, lokasi rawan kejahatan hingga kemacetan.

Informasi yang ditemukan di situs maupun pameran properti terkesan tidak memadai. Jika harus mengunjungi lokasi properti, tentu akan menguras energi dan waktu. Belum lagi, keawaman terkait proses pembiayaan perumahan dan administrasi lainnya.

Bagi upgraders yang mengharapkan ukuran properti yang lebih luas untuk kualitas hidup keluarga yang lebih baik, nilai properti di masa depan sangat sulit diprediksi, sehingga susah menentukan pilihan.

Penyebabnya, faktor yang memengaruhi nilai properti di masa depan melibatkan elemen yang tidak tampak secara langsung, seperti nilai prestisius dari lingkungan dan pembangunan infrastruktur yang sulit diketahui. Kelompok ini seperti tak berdaya dalam menemukan informasi terkait.

Para pencari properti memiliki banyak kriteria, namun kehilangan "senjata" untuk pertempuran memenangkan rumah yang ideal untuk keluarga.

"Banyaknya informasi properti di satu sisi memudahkan pencari rumah, tetapi di sisi lain membuat mereka kewalahan dalam mengolah informasi, sehingga merasa rentan dan frustasi dalam proses mencari properti. Mencari hunian seharusnya menjadi satu proses yang tidak rumit," ujar Country Manager Rumah.com, Wasudewan. (asp)