Dukungan Jokowi untuk Pengembangan Perusahaan Rintisan

Presiden Joko Widodo
Sumber :
  • ANTARA/Yudhi Mahatma

VIVA.co.id - Chief Executive Officer East Ventures, Wilson Cuaca, berharap pemerintah bisa mengoptimalisasi dukungannya terhadap para pelaku usaha rintisan yang selama ini memang mengalami kesulitan dalam mencari pembiayaan modal.

East Ventures sendiri merupakan perusahaan investasi yang fokus pada pengembangan perusahaan rintisan. 
 
Wilson mengatakan, kesulitan ini dikarenakan perusahaan rintisan tidak masuk dalam kriteria perbankan umum.
 
“Menghadapi persaingan global. Negara-negara seperti India dan Singapura sangat gencar memberikan modal bagi perusahaan rintisan,” ujar Wilson, saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 30 Maret 2016.
 
Menurut Wilson, hampir setiap negara di kawasan Asia justru berperan penting dalam proses pengembangan perusahaan rintisan di negara tersebut. 
 
Karena itu, dia berharap, pemerintah mampu memberikan dukungan penuh terhadap perusahaan rintisan dalam negeri.
 
“Banyak sekali dari mereka (negara-negara) lain yang memberikan dukungan dari sisi network maupun dari kebijakannya. Kita jangan sampai mau kalah,” tuturnya.
 
Respons Jokowi
 
Permintaan tersebut pun langsung mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo. Presiden meminta agar lembaga jasa keuangan nasional bisa memberikan perhatian lebih terhadap perusahaan rintisan yang selama ini beroperasi di Indonesia.
 
“Kita harus kejar-kejaran masuk ke era digital, kalau tidak nanti terlambat. Kerja sama akan terus kita galang,” tegasnya.
 
Jokowi, sapaan Joko Widodo mengatakan, bahwa pemerintah telah mengundang perusahaan-perusahaan teknologi raksasa, seperti Google, untuk menyelenggarakan workshop khusus bagi para pelaku usaha seperti ini, demi mengembangkan perusahaan rintisan.
 
Menurut Jokowi, ada potensi besar yang bisa dihasilkan dari sektor ekonomi digital, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. 
 
Jokowi menuturkan, hal tersebut perlu adanya dukungan dari lembaga jasa keuangan domestik.
 
“Potensi digital ekonomi kita saat ini kurang lebih US$13 juta. Lima tahun ke depan berpotensi menjadi US$130 juta,” tegas Jokowi.