Sorong Tak Punya Bioskop, Ini Reaksi LSF

LSF angkat Sensor Mandiri
Sumber :
  • Anwar Sadath/VIVA

VIVA.co.id - Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia melakukan sosialisasi Sensor Mandiri di Kota Sorong, Papua Barat.

Sorong merupakan kota yang cukup modern di Papua Barat dan menjadi gerbang pintu masuk Papua. Namun, ternyata hingga saat ini di Sorong masih belum terdapat gedung bioskop.

"Kita di sini sudah tidak punya gedung bioskop. Dulu sempat ada namun perlahan tutup hingga saat ini sama sekali tidak ada," kata Wakil Bupati Kabupaten Sorong, Suka Harjono kepada VIVA.co.id, Rabu, 6 April 2016.

Ketika VIVA.co.id berinteraksi dengan masyarakat sekitar ternyata diketahui, tutupnya gedung bioskop karena bioskop tersebut sepi peminat. Tak ada minat masyarakat Sorong untuk menyaksikan film nasional maupun film impor.

"Yang diputar itu film-film lama. Itu mungkin yang buat orang-orang itu malas menonton bioskop," ujar Jono, salah satu penduduk sorong yang telah tinggal selama 24 tahun di Sorong.

Tidak adanya bioskop membuat masyarakat sekitar beralih ke televisi kabel atau parabola. Hal tersebut menurut Direktur Komisi 3 LSF, Mukhlis Paeni, dapat menimbulkan permasalahan tersendiri. Pasalnya, siaran yang masuk ke masyarakat tidak terkontrol dan banyak siaran dari stasiun televisi luar yang tidak melalui sensor LSF.

Hal ini menjadi perhatian khusus untuk LSF. Untuk menghadapi masuknya tayangan-tayangan yang berdampak negatif, terutama bagi anak-anak, LSF dirasa sangat perlu memberi pemahaman tentang sensor mandiri.

"Kita (LSF), tidak akan bisa memberikan sensor ke tiap-tiap rumah, kita tak mampu melakukan itu. Makanya sensor mandiri sangat dibutuhkan," ujarnya.

(mus)