7-4-1954: Teori Domino Jadi Alasan AS Serbu Vietnam

Presiden AS, Dwight D. Eisenhower
Sumber :
  • www.history.com

VIVA.co.id - Pada 62 tahun lalu, Presiden Amerika Serikat ke-34, Dwight David Eisenhower, mempopulerkan penggunaan istilah "Teori Domino" saat membahas perkembangan komunisme di Indochina.

Sebelumnya, sudah ada Doktrin Truman dan Marshall Plan, yang tujuan utamanya sama dengan Teori Domino. Membendung komunisme.

Mengutip situs History, Ike, julukan Eisenhower, menyadari kalau AS dan Uni Soviet terlibat dalam Perang Dingin, di mana perang ini bertujuan memperluas pengaruh yang lebih bersifat ideologi.

Apa itu Teori Domino? Teori yang bersifat spekulasi bila sebuah negara di suatu kawasan terkena pengaruh ideologi tertentu (komunisme maupun kapitalisme), maka dampak atau efeknya, negara-negara sekitar akan ikut terpengaruh juga.

Perang Dingin dan Teori Domino, menjadi tameng AS untuk mengintervensi negara lain ke seluruh dunia.

Menurut Ike, efek ini berlangsung secara cepat dan memiliki pengaruh yang sangat besar.

Ia lalu mencontohkan Indochina. Jatuhnya Prancis oleh Vietnam Utara menciptakan efek domino di Asia Tenggara.

Kaum nasionalis Vietnam pimpinan Ho Chi Minh diketahui beraliran komunis, dan berada di atas angin saat berhasil mendesak mundur pasukan Prancis dalam pertempuran Dien Bien Phu.

Kawasan itu menjadi perhatian khusus para pembuat kebijakan AS karena kegagalan Prancis mempertahankan kendali wilayah kolonialnya usai Perang Dunia II.

Teori ini juga menjadi peletak dasar keterlibatan Paman Sam di Vietnam era kepemimpinan Presiden John F. Kennedy dan Lyndon B. Johnson.

Dalih AS yang membenarkan "kedatangan" mereka ke Vietnam untuk meningkatkan bantuan ekonomi dan militer bagi sekutunya, Vietnam Selatan. Namun, pada akhirnya, AS secara resmi menginvasi Vietnam pada 1964. (ren)