Sepatu SAR Ini Bikinan Perajin Magetan

Sepatu SAR buatan Magetan
Sumber :

“Kalau saya punya karyawan lebih banyak, semakin banyak yang saya bisa kerjakan. Saat ini saya sudah beberapa kali  menolak pesanan yang berbatas waktu. Susah mendapatkan pekerja,” tuturnya.

Susahnya mendapatkan tenaga kerja, juga diakui oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan. Hal itu ditunjukkan dengan sedikitnya kulit samak yang terserap oleh pengrajin kulit Magetan.

“Kulit samak hasil perajin, hanya terserap sekitar 10-15 persen oleh perajin kulit Magetan. Sedangkan kulit samak dijual ke luar Magetan hingga 85 persen. Jika saja banyak pekerja di kerajinan kulit, tentu kulit samak yang terserap lebih dari itu,” ujat Gatut Purwanto, Kasi Industri Kulit dan Bahan Bangunan Disperindag Kabupaten Magetan.

Setiap tahun, Disperindag Kabupaten Magetan melatih sekitar 80 orang baru untuk bekerja di kerajinan kulit ini. “Mereka kita latih dari nol hingga siap bekerja di kerajinan kulit. Tetapi tidak hanya di bidang pembuatan sepatu saja, ada juga kita siapkan di pembuatan jaket kulit, tas dan dompet,” ujar Gatut.

Data di Disperindag Kabupaten Magetan menujukkan, sedikitnya ada150 penyamak kulit di Magetan, dengan hasil sebanyak 90.355. 989 feet kulit samak, setara dengan Rp46,573 miliar. “Kalau saja semua bisa terserap ke perajin kulit di Magetan, saya yakin kehidupan perajin semakin baik lagi.”

(mus)