Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar Turun

Buruh di pabrik
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

VIVA.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada kuartal I-2016 meningkat year on year dibandingkan kuartal I-2015 sebesar 4,08 persen. Namun, secara kuartal ke kuartal, menurun sebesar 1,41 persen bila dibandingkan periode kuartal IV-2015.

Kepala BPS, Suryamin mengungkapkan, kenaikan secara tahunan tersebut dipicu dari meningkatnya pertumbuhan produksi dari beberapa industri seperti farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional, barang galian bukan logam, serta industri logam dasar.

"Sedangkan yang mengalami penurunan produksi itu bahan kimia dan barang dari bahan kimia, industri peralatan listrik, dan pakaian jadi," kata Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin 2 Mei 2016.

Meskipun secara year on year meningkat, pertumbuhan produksi secara kuartal ke kuartal justru menurun. Salah satu penurunan yang tercatat paling signifikan, yakni produksi di sektor industri pengolahan tembakau yang turun 9,99 persen.

Menurut Suryamin, turunnya produksi di sektor industri pengolahan tembakau memang memberikan guncangan terhadap pertumbuhan industri secara keseluruhan. "Memang, industri tembakau ini sangat signifikan pengaruhnya," ujar dia.

Selain industri pengolahan tembakau, jenis industri lainnya yang mengalami penurunan produksi secara kuartal ke kuartal di antaranya adalah industri karet dan plastik, kertas dan barang kertas.

Sementara itu, yang meningkat secara kuartal ke kuartal, yakni industri kayu, barang dari kayu, gabus, dan barang anyaman dari bambu, rotan, serta sejenisnya industri logam dasar, dan industri angkutan lainnya.