Ini Resep Jitu Bertahan Hidup Saat Merantau

Pergi merantau.
Sumber :
  • U-Report

3.    Alokasikan anggaran pada kebutuhan prioritas

Anda tidak bisa tidak membagi-bagi uang untuk kebutuhan dalam sebulan. Jika  melakukan pengeluaran tanpa perencanaan, yang terjadi hanya akan selalu merasa kekurangan dengan uang bulanan yang dikirimkan.

Ketika mengajukan protes kenaikan uang bulanan sementara pola hidup tidak ditata, seberapa besar pun uang bulanan yang dikirimkan orang tua tidak akan pernah menjadi nominal yang cukup.

Baca Juga: Mengenal Tabungan Emas, Syarat, dan Manfaatnya

4.    Alokasikan uang pada kebutuhan vital

Ketahui pasti apa tujuan merantau? Apakah untuk belajar? Atau bekerja? Maka prioritaskan alokasi dana untuk kebutuhan utama dalam merantau, selain makan dan bertahan hidup. Misalkan, Anda mungkin merasa tidak terlalu berat untuk mengeluarkan uang guna membayar kebutuhan print out di fotokopi dekat indekos.

Akan tetapi, bila pengeluaran ini cukup rutin dan cukup banyak jumlah kertas yang dibutuhkan, maka tidak ada salahnya sisa dari alokasi dana bulanan digunakan untuk membeli mesin printer dan kebutuhan kertas.

5.    Strategi ‘dua satu'

Urusan perut terkadang menjadi hal yang cukup membuat orang kewalahan. Tetapi sebagai anak kos, Anda tentunya harus lebih tangguh, apalagi jika uang bulanan terbatas. Terapkan strategi ‘dua datu’ untuk tetap memenuhi gizi, dibandingkan memenuhi jatah makan sehari-hari yang normalnya tiga kali.

Pada pagi dan siang hari, pilihlah menu sederhana yang tentunya tetap bergizi. Pada malam hari, Anda bisa menambahkan variasi untuk memenuhi gizi yang mungkin tidak didapatkan pada sarapan atau makan siang.

Kontrol diri dalam melakukan penghematan kunci dari pengelolaan uang bulanan yang baik dan bisa menjadi hemat terletak pada kekuatan hati setiap orang.

Sebagai orang yang “lepas” dan cukup bebas mengatur hidupnya, godaan di tanah rantau terlihat lebih menggiurkan sebab Anda tak diawasi oleh orang tua dan justru diberi kebebasan serta kepercayaan untuk mengatur sendiri kehidupan.

Jika tidak bisa mengontrol diri untuk menghindari hal tersebut, bukan tidak mungkin uang bulanan yang sesungguhnya lebih dari cukup untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup dalam sebulan menjadi nominal yang terlampau kecil.