Semen Indonesia Bagi-bagi Dividen Rp1,8 Triliun

Logo Semen Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) akan mengalokasikan sekitar 40 persen dari laba bersih 2015 sebesar Rp4,52 triliun atau setara Rp1,81 triliun untuk dividen. 

"Nilai dividen tahun buku 2015 yang akan dibagikan ke pemegang saham tersebut setara dengan Rp304,91 per saham," kata Direktur Utama SMGR, Rizkan Chandra di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Jumat, 13 Mei 2016.

Dalam rapat tersebut pemegang saham juga telah menyepakati sisa laba bersih sebesar 60 persen atau sekitar Rp2,71 triliun dialokasikan sebagai cadangan dan laba ditahan. "Dana itu untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan ke depannya," kata Rizkan.

Sebagai informasi, SMGR berhasil mencetak laba bersih pada tahun 2015 sebesar Rp4,52 triliun atau Rp762 per saham. Laba bersih tersebut menurun sebesar 18,71 persen (year on year) dibandingkan Rp5,59 triliun atau Rp937 per saham pada periode yang sama tahun 2014.

Penurunan kinerja SMGR pada tahun 2015 tersebut disebabkan penurunan pendapatan pokok perseroan dari Rp26,99 triliun menjadi Rp26,95 triliun.

Hingga tahun 2015, aset Semen Indonesia mencapai Rp38,15 triliun, meningkat dari Aset pada tahun 2014 yaitu Rp34,31 triliun. Total utang meningkat dari Rp9,33 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp10,71 triliun pada tahun 2015.

Selain itu, dalam RUPS, ia juga menyampaikan, pemegang saham telah menyetujui perombakan jajaran direksi, dengan mengangkat Rizkan Chandra sebagai Direktur Utama menggantikan posisi Suparni.

Sebagai informasi, Rizkan Chandra sebelumnya berasal dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang kemudian diangkat sebagai Direktur Pengembangan dan Strategi Usaha. Kini Rizkan menjabat posisi Direktur Utama menggantikan Suparni untuk masa jabat 2015 sampai 2020.

Dalam susunan direksi, selain Direktur Utama, Rizkan juga didampingi oleh enam Direktur lainnya yaitu Ahyanizzaman, Gatot Kustyadji, Johan Samudra, Aunur Rosyidi, Darmawan Junaidi dan Budi Siswoyo.

Sementara untuk jajaran Komisaris, Komisaris Utama masih mencantumkan nama Mahendra Siregar. Selain itu juga ada jajaran komisaris lainnya yaitu Muchammad Zaidun, Djamari Chaniago, Marwanto Harjowirjono, Hambra, Wahyu Hidayat, dan Sony Subrata.