Provinsi Papua

Sumber :

KONDISI EKONOMI MAKRO TRIWULAN III-2009

Perekonomian diperkirakan mengalami perlambatan pada periode ini. Perlambatan ekonomi yang diperkirakan terjadi disebabkan oleh perlambatan pada tiga sektor utama yang memiliki kontribusi dominan pada perekonomian yaitu sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian dan sektor industri pengolahan. Kecuali itu, perlambatan juga disebabkan oleh komponen konsumsi pemerintah dan komponen ekspor. Sektor pertambangan dan penggalian menurun disebabkan oleh semakin rendahnya produksi tambang PT.Freeport yang berpengaruh pada pencapaian perekonomian regional pada triwulan ini. Selain itu, penurunan ekspor lebih diakibatkan oleh perlambatan pertumbuhan ekspor konsentrat tembaga dari PT. Freeport karena turunnya produksi.

Perubahan harga dicerminkan oleh pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Jayapura pada bulan September 2009 terjadi inflasi sebesar 1,29 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 116,62.

Realisasi penerimaan daerah sampai dengan September 2009 mencapai Rp.3.662,188 triliun atau 68,82% dari target sebesar Rp.5,322 trilliun. Penerimaan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 302,66milliar, Dana Perimbangan sebesar Rp. 1,134 milliar dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp. 2.225,95 milliar.

PAD yang bersumber dari: pajak daerah, restribusi daerah, laba dari badan usaha milik daerah (BUMD), dan pendapatan asli daerah lainnya yang sah, sampai dengan September 2009, mencapai Rp. 302,66 milliar (berasal dari penerimaan Pajak Daerah sebesar Rp. 193,716 milliar, Retribusi Daerah sebesar Rp. 13,096 milliar, dan Laba dari BUMD sebesa Rp 28,9 milliar).

Dana perimbangan, yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi, yang terdiri atas dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus, sampai dengan September 2009,  mencapai Rp. 1.134,19milliar atau 72,39 % dari target sebesar Rp.1,567 milliar. Realisasi tersebut disumbang oleh Dana Bagi Hasil Pajak /Bukan Pajak sebesar Rp. 227,83 milliar, Dana Alokasi Umum sebesar Rp. 831,85 milliar dan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp.24,382 milliar.

Selain penerimaan PAD dan Dana Perimbangan, sumber penerimaan yang lain adalah Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah yang meliputi Pendapatan Hibah, Dana Darurat, Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur. Sampai dengan September 2009, Realisasi Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah mencapai Rp.1.555 milliar atau 59 % dari target sebesar Rp.3.409,796 milliar.