Rute Penerbangan Manado-Tiongkok Dibuka, Sulut Incar Wisman

Maskapai Lion Air.
Sumber :
  • Anhar Rizki Affandi / VIVA.co.id

VIVA.co.id – Mulai 3 Juli 2016, maskapai Lion Air akan memulai penerbangan perdana Manado ke Tiongkok. Rute baru itu diharapkan dapat menarik ribuan turis Tiongkok mendatangi Sulawesi Utara (Sulut). 

Turis Tiongkok akan mulai menginjakkan kaki di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, pada 4, 8, dan 12 Juli 2016.

“Kunjungan turis Tiongkok ini akan berlangsung terus-menerus. Karena, rute dari delapan kota di Tiongkok ke Sulut resmi akan dibuka secara terus-menerus," kata Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Rabu 29 Juni 2016 di Manado.

Olly berharap, semua pihak, pemerintah kabupaten dan kota, masyarakat dan pengusaha untuk menyambut dengan baik kedatangan ribuan turis Tiongkok ini. “Persiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menyambut kedatangan para turis. Sebab, harus diakui masih banyak kekurangan, seperti hotel dan restoran yang menyediakan masakan Tiongkok," ujar Olly.

“Untuk saat ini, yang berdampak langsung dengan kedatangan para turis Tiongkok adalah Kota Manado dan sekitarnya. Namun, manfaatnya akan dirasakan secara luas oleh seluruh kabupaten/kota lainnya. Pasti ada multiplier effect," katanya.

Dalam sepekan ini, sebanyak tiga ribu turis yang akan datang dengan total sekira 15 ribu turis setiap bulan ke Sulut. Dengan perhitungan, sekira Rp38 miliar akan dibelanjakan para turis tersebut.

“Bayangkan potensi peningkatan perekonomian Sulut akan sangat besar. Ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya warga Sulut," kata Olly.

Bagi perajin-perajin suvenir khas Sulut diharapkan terus berkarya menghasilkan suvenir sebagai buah tangan para turis. “Apalagi, serbuan kunjungan turis asing masih akan bertambah dengan bakal dibukanya rute Manado-Hong Kong oleh maskapai Citilink beberapa bulan mendatang,” katanya.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Sulut, Happy Korah menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan kunjungan satu juta wisatawan mancanegara (wisman) di Sulut tahun ini. Angka itu mencapai satu persen dari target nasional yakni 12 juta wisman.

“Target satu juta wisman itu jauh lebih besar dari jumlah wisman yang berkunjung ke Sulut pada tahun lalu yang hanya mencapai 15 ribuan," katanya. 

Happy mengatakan, target tersebut tidak muluk, sebab Sulut punya banyak objek wisata unik.

“Kami punya objek wisata alam, yakni bahari serta pegunungan, juga objek wisata budaya, wisata kesenian. Selain itu, ada objek wisata berupa binatang langka seperti Tarsius di Bitung yang adalah primata terkecil di dunia," ujar dia.