Desa Wisata Siap Tampung Wisatawan Tak Dapat Hotel di Yogya

Homestay di Yogyakarta
Sumber :
  • VIVAnews/Daru Waskita

VIVA.co.id - Puluhan desa wisata di Kabupaten Bantul siap menampung para pelancong libur Lebaran yang tak mendapatkan kamar hotel di Kota Yogyakarta. Ada 36 desa wisata Bantul. Masing-masing desa memiliki 15 homestay.

Tiap homestay terdiri empat hingga lima kamar yang siap disewakan kepada para wisatawan yang berlibur ke Yogyakarta. Total ada lebih 2.000 kamar.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Bambang Legowo, belum semua kamar pada homestay itu dipesan. Artinya, masih tersedia banyak kamar yang dapat dimanfaatkan.

Tarif sewa kamar, kata Bambang, cukup terjangkau, bahkan jauh di bawah rata-rata hotel di Kota Yogyakarta, yakni Rp100 ribu sampai Rp450 ribu. Kamar dengan tarif Rp450 ribu dilengkapi mesin penyejuk ruangan (AC). Ada fasilitas sarapan, bahkan ada yang menawarkan hidangan makan tiga kali sehari. 

Keunggulan yang diperoleh wisatawan yang menginap di homestay adalah mereka bebas kemacetan dan bisa melihat pemandangan alam yang masih alami.

"Seperti homestay di Kaki Langit, di Desa Mangunan, Kecamatan Imogiri, Bantul, sewanya sekitar empat ratus ribu tanpa AC, karena udaranya cukup dingin sehingga AC tidak diperlukan," ujar Bambang di Bantul pada Sabtu, 2 Juli 2016.

Purwanto, pengelola homestay Kaki Langit, mengatakan terdapat sekitar 20 homestay yang siap menampung wisatawan. Masing-masing homestay terdapat dua hingga tiga kamar yang cukup luas. Baru 30 persen kamar yang telah disewa.

Daut Subroto, pengelola Desa Wisata Tembi, mengatakan terdapat kamar yang mampu menampung sekitar 500 wisatawan dengan tarif kamar Rp75 ribu sampai Rp130 ribu. Semua dilengkapi fasilitas AC. Tercatat sudah ada 90 orang yang memesan kamar di sana.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Istijab Danunagoro, sepekan menjelang libur Lebaran, pemesan kamar hotel bintang dan nonbintang untuk kawasan ring satu (kawasan Malioboro) sudah mencapai 80 persen. Sedangkan yang di luar ring satu sudah lebih 70 persen. Diperkirakan pemesanan hotel mencapai 95 persen untuk kawasan ring satu.

Bagi wisatawan yang kesulitan mendapatkan kamar hotel bisa memanfaatkan homestay yang kini marak di Yogyakarta. "Kamar homestay tidak kalah dengan hotel dan harganya jauh lebih rendah," katanya.