Ini Skenario Jokowi Percepat Pengembangan Migas di Natuna

Presiden Joko Widodo di atas Kapal Perang KRI Imam Bonjol di perairan Natuna.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Setpres-Krishadiyanto

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo berpesan kepada seluruh jajarannya bahwa ada dua pilar penting dalam ekonomi yang perlu dikembangkan di Natuna, Provisi Kepulauan Riau. Pilar penting itu tak lain adalah pengembangan sektor perikanan dan sektor minyak dan gas. 

Untuk itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengaku telah melakukan tindak lanjut dari arahan Presiden itu. Bahkan, pihaknya mengklaim telah menyusun skenario untuk percepatan pengembangan Migas di Natuna.

“Kita sedang mencari skenario kemungkinan-kemungkinan untuk melakukan percepatan pengembangan di sana,” kata Sudirman saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat 15 Juli 2016. 

Ia mengatakan bahwa pihaknya kini tengah mendorong eksplorasi di wilayah tersebut dan terus menjaga produksi di wilayah yang masih produktif. Menurut Sudirman, semakin banyak pembangunan infrastruktur Migas di Natuna maka tentunya akan baik pula bagi perekonomian di Natuna. 

“Kita menyadari situasi Migas tidak terlalu menggembirakan dari sisi harga tapi tetap akan dicari cara untuk mempercepat pengembangan di Natuna,” ujar Sudirman. 

Di samping itu, Ia mengungkapkan pemerintah belum melakukan pembicaraan terkait dengan insentif untuk pengembangan Migas di Natuna. 

“Insentif untuk Natuna belum ada pembicaraan, belum sampai di situ. Aturan secara keseluruhan sedang dibicarakan untuk menggairahkan hulu dan hilir, kaitan dengan itu, apa yang kita kerjakan di hulu secara keseluruhan,” ujar Sudirman.