Pelihara Anjing Terlantar, Pria Palestina Rogoh Rp262 Juta

Saeed el-Aer.
Sumber :
  • REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

VIVA.co.id – Di antara berbagai masalah yang dihadapi Gaza, mulai dari konflik antarwarga, hingga kekurangan air bersih terjadi. Namun, di tengah banyak masalah yang dialami, seorang pria di Gaza bernama Saeed el-Aer justru melakukan hal yang tak biasa. Ia, mendedikasikan dirinya untuk merawat anjing yang tak terurus.

Dilansir Reuters, selama beberapa bulan, Aer telah berkeliling ke jalan-jalan untuk mencari anjing yang terlantar, mendapatkan kepercayaannya, memberikan mereka makan, hingga merawatnya hingga sehat.

"Kami mengelilingi jalan, dan mendistribusikan makanan untuk beberapa hari atau minggu hingga mereka bisa menaruh kepercayaan pada kami. Dan kemudian kami akan tangkap dan akan kami bawa ke komunitas," kata Aer yang ikut membantu sebuah organisasi Sulala Society for Training and Carring for Animals.

Hal ini memang cukup memakan biaya dan juga waktu kerja. Aer, yang merupakan seorang pegawai pemerintahan, menghitung, ia telah menghabiskan kurang lebih US$20.000 atau setara Rp262 juta untuk merawat 50 anjing sejauh ini, termasuk  untuk membayar  dokter hewan dan sewa tempat seluas 2.000 meter persegi, untuk tempat tinggal anjing-anjing itu.

Di sebuah taman di Zahra, sebelah Selatan kota Gaza, tak hanya Aer, diadibantu para relawan muda memberikan makan anjing dengan merebus sayap ayam dan kaki ayam dalam sebuah panci besar di atas tungku kayu. Saat anjng ini pertama kali dibawa, mereka semua dirantai. Tapi setelah beradaptasi, mereka akan dilepas untuk melihat para pengunjung.

"Mereka sangat mengenal saya," kata pria berusia 45 tahun ini. Saat saya datang dengan mobil saya, mereka langsung menghampiri saya dari taman dan berlari ke arah saya," ujarnya bangga.

Anjing memang tergolong binatang haram dalam Islam dan biasanya ditempatkan di luar rumah atau ruangan. Tapi, tidak ada yang menolak mereka. Merawat hewan adalah salah satu yang dianjurkan oleh agama, dan memiliki anjing penjaga atau yang bisa membantu berburu, bukan hal yang dilarang.

Kenyataannya, Aer telah mengejutkan sejumlah orang di Gaza yang ingin mengunjungi tempat tersebut dan merawat anjing itu. Laman Facebook komunitas ini juga terbukti telah terkenal. Relawan yang melatih dan berjalan santai dengan para anjing di jalan di Zahra bahkan dianggap sudah biasa.

"Saya menyukai anjing," kata Nasser Abu Taqqeya pria berusia 48 tahun dan ayah dari Gaza yang berencana untuk mengadopsi anjing yang dipangil Rex. "Saya akan membawanya ke rumah. Jadi anak saya bisa bermain bersamanya sambil menjaga rumah," ujarnya.

Dengan beberapa ribu anjing liar yang tinggal di Gaza, Aer tahu bahwa kerjanya tidak mudah untuk mengumpulkan anjing tersebut. Tapi ia berharap beberapa orang memutuskan untuk mengadopsi anjing, sejauh mereka juga mengikuti aturan yang dibuat.

"Kamu harus memberi makan mereka, memberikannya minuman, bukan menyiksanya," katanya.

Jika orang-orang tidak mau menaatinya, katanya, anjing itu akan diambil kembali.

(mus)