Google Punya Cara Selamatkan Nyawa Pakai Ponsel Android

Logo Google.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA.co.id - Google prihatian dengan banyaknya kasus kematian di Amerika Serikat, akibat terlambatnya layanan darurat datang membawa korban ke rumah sakit.

Statistik pemerintah AS menunjukkan, lebih dari 100 ribu seharusnya bisa diselamatkan, jika tim darurat bisa cepat menemukan lokasi akurat korban.

Data menunjukkan tiga perempat panggilan ke layanan darurat muncul dari ponsel mobile. Panggilan darurat itu, ternyata belum banyak membantu bagi korban.

Laporan Komisi Komunikasi Federal AS, menemukan 10.120 meninggal sia-sia tiap tahun akibat masalah susah menemukan lokasi penelpon layanan darurat. Selain itu, masalah lainnya adalah data lokasi makin akurat akan menyelamatkan biaya.

Setidaknya, jika lokasi akurat dan cepat ada pertolongan, biaya sosial yang bisa diselamatkan menurut Departemen Transportasi AS bisa mencapai US$92 miliar per tahun.

Untuk itu, dikutip dari Newsweek, Kamis 28 Juli 2016, belajar dari kasus di AS itu, Google merencanakan program menyelamatkan kehidupan pengguna melalui inovasinya.

Google telah menciptakan tool Emergency Location Service untuk ponsel pintar Android yang secara otomatis mengirimkan lokasi panggilan langsung akurat ke unit darurat. Untuk menggelar layanan ini, Google telah menggandeng layanan darurat di Inggris dan Estonia.

Nantinya, layanan darurat menggunakan teknologi yang sudah ada pada mayoritas ponsel, yaitu WiFi dan GPS untuk memberikan informasi lokasi akurat panggilan yang masuk maupun keluar.

"Saat ini, lebih dari 70 persen panggilan ke layanan darurat muncul dari ponsel pintar, tetapi lokasi pemanggil masih menjadi masalah besar," ujar Akshay Kannan, manajer produk Google dalam blog perusahaan.

Penggunaan fitur pelacakan akurat lokasi pemanggil ini sudah mempertimbangkan privasi pengguna. Makanya, Google mengatakan, satu-satunya yang bisa menggunakan tool itu adalah layanan darurat.

"Lokasi pemanggil tidak akan pernah dilihat dan dikelola Google," tegas Kannan. (asp)