Pertanyaan yang Harus Dijawab Sebelum Berinvestasi

Ilustrasi mentor investasi.
Sumber :

VIVA.co.id - Investasi adalah hal penting jika Anda tidak ingin kehilangan uang Anda akibat inflasi. Inflasi adalah faktor yang paling membuat uang Anda cepat hilang. 

Uang Anda sekarang dapat menyusut jika dibiarkannya begitu saja. Namun, menginvestasikan uang juga memerlukan pertimbangan-pertimbangan. 

Investasi adalah mengembangkan uang, bukan membuang uang. Kesabaran sangat diperlukan bahkan pada saat baru merencanakan untuk berinvestasi. 
 
Investor yang sukses mengetahui bahwa untuk berinvestasi dengan baik dengan uang mereka mereka perlu menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini: 
 
1. Apa tujuan keuangan saya?
 
Apa yang saya rencanakan dengan uang saya? Kapan saya memerlukannya? Jawabannya akan mulai menyempitkan pilihan Anda. Terlampau luas pilihan makin membuat bingung. Makin menyempit, makin berfokus dan makin konsentrasi untuk mengembangkannya.
 
 
2. Sebesar apakah toleransi saya terhadap risiko?
 
Sesedih apakah jika investasi saya tidak berhasil? Pilihlah investasi yang sesuai dengan Anda sesuai tingkat risikonya. Mulai dari investasi dengan risiko tingkat tinggi sampai investasi dengan risiko yang lebih rendah. Tidak siap menanggung risiko, maka tidak ada investasi.
 
3. Apakah saya siap untuk menunggu investasi selama beberapa waktu?
 
Investasi adalah hubungan jangka panjang. Investor yang berhasil lekat dengan pilihan mereka selama lima, 10, 20 tahun atau mungkin lebih. Investor yang rela menunggu lama ini lebih baik dari investor jangka pendek dari berbagai segi. 
 
Kesabaran adalah kunci. Investasi bukan waktu yang sebentar.
 
 
4. Apakah saya mengerti apa yang saya beli?
 
Jika Anda tidak paham produk atau jasa dari perusahaan tersebut dan bagaimana hal-hal tersebut menghasilkan uang, Anda cenderung kurang dapat berinvestasi dengan baik. Pahamilah dengan seksama produk investasi yang Anda beli.
 
5. Apa harapannya?
 
Adakah tren yang dapat mendorong atau memperkecil permintaan untuk produk perusahaan dan jasa selama dekade berikutnya? Apakah perusahaan itu sendiri memiliki isu yang dapat memengaruhi penjualan dan keuntungan di masa depan? 
 
6. Apakah ini harga yang bagus (atau terlalu bagus)?
 
Bagaimana harga sekarang dibandingkan dengan harga dahulu untuk investasi yang sama? Jika nampak seperti menawar, kenapa begitu rendah? Sesuatu yang nampak terlalu bagus untuk menjadi nyata sepertinya.
 
 
7. Berapa biayanya?
 
Periksalah ongkos, komisi, beban dan pengeluaran-pengeluaran. Makin besar biaya yang Anda bayar untuk memperoleh aset, makin sedikit uang yang Anda hasilkan. Setiap orang yang menjual investasi bagaimanapun juga dibayar, biasanya dalam beberapa cara yang berbeda. Investor yang berhasil tahu biaya-biaya. 
 
Ketahui dengan tepat alasan Anda berinvestasi
 
Tujuan, risiko, jangka waktu investasi, dan harapan. Jika Anda berinvestasi untuk segera mendapatkan keuntungan maka pilihlah yang cepat menghasilkan. 
 
Jika Anda berinvestasi jangka panjang, maka kesabaran tinggi sangat diperlukan. Jika tidak mengetahui, bahkan tujuan Anda berinvestasi, maka sebaiknya tidak melakukannya.
 
Baca juga: Reksa Dana Terproteksi, Investasi Aman bagi Investor Pemula