Tak Selesai Kuliah, Ahmed Haider Ciptakan Aplikasi Drone

Ahmed Haider
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

VIVA.co.id - Bagi sebagian orang berhenti kuliah mungkin menjadi nasib yang buruk. Tapi tidak bagi Ahmed Haider

Pengusaha muslim asal Australia, Ahmed Haider, yang merupakan Chief Executive Officer Zookal dan Direktur Flirtey menceritakan kisah suksesnya dalam ajang World Islamic Economic Forum (WIEF) hari ini di Jakarta.

Ahmed memilih untuk berhenti kuliah dan memulai menciptakan aplikasi pertamanya yakni Zookal yang merupakan aplikasi penyewaan buku-buku teks pelajaran untuk menemukan buku referensi pendidikan sesuai dengan kebutuhannya.

Ide ini muncul akibat sulitnya mahasiswa menemukan referensi bacaan sesuai dengan yang dibutuhkan, padahal di sisi lain banyak buku terbaru yang terus berevolusi mengikuti zaman.

"Saya memang tak lulus Universitas, tapi saya mendapatkan gelar kehormatan. Dulu saya kira putus dari kuliah bukan gagasan yang cemerlang, tapi saat itu pola pikir saya berfokus kepada pegawai, bukan pengusaha," kata Ahmed di JCC, Rabu 3 Agustus 2016.

Setelah sukses mengembangkan aplikasi tersebut, ada ide lebih cemerlang yang muncul dari pengusaha ini. Yakni mengantarkan barang menggunakan drone (pesawat tak berawak). Aplikasi bernama Flirtey ini saat ini pun mulai digemari masyarakat Australia.

Tak hanya buku, bahkan aplikasi ini sudah dipergunakan oleh pengusaha ritel yang cukup besar yakni Seven Eleven untuk mengantarkan barang kepada pelanggannya.

"Ide mengantarkan buku-buku menggunakan drone ini memang berawal dari frustasi, dan ini betul-betul merevolusi, dan sekarang kami sudah menjadi viral, Amazon (situs jual beli) pun mengatakan ini sangat baik," kata dia.

Dalam perjalanannya memang banyak rintangan dan hambatan seperti pelanggan yang mempertanyakan keamanan aplikasi tersebut hingga regulasi setempat yang mengatur tentang pengiriman barang.

"Kami salah satunya di negara (Australia) yang dapat persetujuan dari FAA (Federal Aviation Administration), melakukan pengiriman (barang) dengan drone," kata dia.

(ren)