Manfaat dan Risiko Investasi Obligasi

Ilustrasi surat utang
Sumber :
  • Istimewa

Risiko gagal bayar
Jika berinvestasi dalam obligasi, selalu ada kemungkinan gagal bayar dari pihak perusahaan penerbit obligasi tersebut. Dalam kondisi seperti ini, maka perusahaan tersebut tidak mampu mengembalikan sejumlah utang pokok maupun bunga beserta kewajiban lainnya yang telah ditentukan dalam kontrak obligasi yang mereka terbitkan.

Baca juga: Awas! Deposito Bodong Banyak Ditawarkan, Ini Cara Menghindarinya

Capital loss

Risiko ini, merupakan risiko yang akan ditanggung jika sewaktu-waktu Anda menjual obligasi sebelum waktu jatuh tempo tiba. Hal seperti ini mungkin akan menyebabkan mengalami sejumlah kerugian, akibat adanya selisih harga jual dengan harga beli yang telah anda keluarkan sebelumnya.

Capability

Sebagai pihak penerbit obligasi, perusahaan penerbit akan memiliki hak untuk membeli kembali obligasi yang telah mereka terbitkan sebelum waktu jatuh tempo tiba.

Biasanyam hal ini akan dilakukan jika suku bunga di pasar mengalami penurunan dan. Kejadian seperti ini, sangat mungkin membuat Anda selaku pemegang obligasi mengalami sejumlah kerugian, terutama jika penurunan suku bunga terjadi secara signifikan.

Risiko inflasi

Obligasi juga memiliki risiko yang tinggi terhadap inflasi, karena itu sangat penting bagi Anda untuk selalu mengikuti perkembangan kondisi ekonomi dan mengamati laju inflasi secara rutin.

Jika mengamati bahwa inflasi mengalami kenaikan dalam kurun waktu yang dekat, ada baiknya segera menjual obligasi yang dimiliki, karena peningkatan inflasi akan berbanding lurus dengan kenaikan suku bunga di pasar dan membuat nilai obligasi tersebut mengalami penurunan.

Baca juga: Mengenal Instrumen Pasar Modal dan Cara Investasinya

(asp)