Keberagaman Nusantara dalam Rancangan Busana Jenahara

Busana muslim warna dasar koleksi Jenahara
Sumber :
  • Diza Liane Sahputri/Viva.co.id

VIVA.co.id – Desainer muda berbakat Jenahara mengangkat sisi keberagaman Nusantara dalam busana rancangannya dalam Festival Fashion Kain Indonesia, Jumat, 19 Agustus 2016. Rancangannya itu diberi nama Flobamora yang artinya keberagaman (diversity).

Tak hanya dari nama, seluruh proses pembuatan busana mulai dari pembuatan kain hingga menjadi sebuah baginya menunjukkan keberagaman itu.

"Konsepnya itu Flobamora, artinya diversity yang aku angkat Indonesia itu terkenal dengan diversity-nya. Pembuatan kainnya juga bisa dibilang sangat diversity karena aku terinspirasi dari daerah NTT, tapi bikinnya di Jepara," kata perempuan yang akrab disapa Jehan itu seusai jumpa pers acara festival tersebut.

Proses pembuatan koleksinya kali ini memakan waktu yang cukup lama. Wajar saja karena bahan yang digunakan merupakan kain tenun yang motif dan desainnya ia rancang sendiri.

"Lumayan lama bikin kainnya. Kami desain sendiri dari awal, warna dan motif kain saja hampir dua bulan dan kain yang diambil bukan kain jadi. Aku benar-benar proses, aku kerja sama dengan pengrajinnya di Jepara. Lalu untuk koleksi 3 sampai 4 bulan," ungkapnya.

Model koleksi kali ini tetap mempertahankan ciri khas Jenahara yaitu minimalis, sederhana dan clean. "Ada tumpuk minimalis, clean sesuai dengan identity Jenahara yang ingin tampil edgy, modern dan enggak ribet," kata dia.

Rencananya koleksi ini juga akan dirilis secara resmi sekitar dua atau tiga bulan mendatang dengan kuantitas yang terbatas.

"Ini bakalan aku keluarkan di bulan Oktober atau November, tapi memang spesial karena tidak bisa banyak dikeluarkan," katanya. (ase)