PLN Yakin Perjanjian Jual Beli Listrik 35 MW Diteken

Megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih, Padang
Sumber :
  • Antara/ Iggoy el Fitra

VIVA.co.id – Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara, Sofyan Basir yakin, seluruh lelang dan perjanjian jual-beli listrik Power Purchase Agreement (PPA) proyek listrik 35 ribu Megawatt (MW) akan selesai semuanya tahun ini.

Sebab, menurut dia, PPA dengan total 16 ribu MW akan diteken sampai akhir tahun ini. PPA 2016 ini merupakan tahap kedua, usai PPA pertama yang telah diteken pada akhir 2015 lalu, sebesar 18 ribu MW.

"Bagus, sesuai target yang ada. Progres jelas. Sekarang sedang PPA kedua 2016. Bisalah 15-16 ribu MW. Ini kan IPP (Independen Power Poducer), sedangkan untuk EPC (engineering, procurement, and construction) kecil, untuk pulau terluar," ujar Sofyan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 23 Agustus 2016.

Karena itu, ia dipanggil Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, sekaligus Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Luhut Binsar Pandjaitan untuk dimintai laporan progres pembangunan listrik 35 ribu MW itu.

"Minta penjelasan sama saya, sudah seperti apa. Sudah dijelaskan. Alhamdulillah puas," ujar dia. 

Meski demikian, Sofyan mengakui, ada beberapa masalah yang mengganjal progres pembangunan proyek listrik yang ditargetkan selesai lima tahun itu.

Masalah tersebut antara lain, harga gas yang masih mahal dan perhitungan perumusan tarif. "Beberapa kendala. Sekarang energi terbarukan masuk, padahal dulu kan ada BBM, inflasi, dan kurs, mungkin masuk harga gas. Ini baru usulan. Bagaimana selanjutnya, terserah Kementerian ESDM," tutur Sofyan. (asp)